Cerdasnews.id, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Baba, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, di Balai RT, Perumahan HER II, RT 68, Kelurahan Sepinggan, Kota Balikpapan, Sabtu malam (31/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua RT.68 Andi dan RT.47, 48, 58, 66, 24, 05, 17, 38, 41, 42, 51, 63, 64, 59, 70, se-Kelurahan Sepinggan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta undangan warga setempat. RT 68 selaku tuan rumah menjadi pusat kegiatan sosialisasi yang berlangsung dengan suasana dialogis dan kekeluargaan.
Dalam sambutannya, H. Baba menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh dianggap sepele, karena masih ditemukan warga bahkan pejabat yang belum memahami atau menghafal Pancasila dengan baik.
“Jangankan kita bilang warga negara sipil yang ada di kampung atau orang-orang tua kita yang sudah sepuh bisa lupa tentang Pancasila, bahkan ada juga seorang pejabat tidak hafal dengan Pancasila. Maka dari itu kami sengaja turun ke lapangan untuk mensosialisasikan Perda ini,” ujar H. Baba.
Ia menjelaskan, Perda Nomor 9 Tahun 2023 hadir sebagai landasan hukum untuk memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
“Kenapa kita membahas tentang Pancasila dan kewarganegaraan, karena ini memang sangat-sangat perlu. Ini menyangkut karakter dan jati diri bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Baba juga menyampaikan bahwa sosialisasi Perda kali ini dikemas secara singkat dan akan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi warga melalui agenda reses.
“Selain sosper, ada juga yang kita bahas terkait reses. Ini sangat penting untuk membangun wilayah kita di Sepinggan,” katanya.
Sebagai narasumber, hadir akademisi dari Universitas Balikpapan (Uniba) yang memberikan penjelasan teknis dan substansi Perda kepada peserta. Warga juga diminta untuk menyimak materi yang terdapat dalam buku sosialisasi.
“Tolong apa yang ada di buku ini disimak betul-betul, karena biasanya di akhir acara ada kuis dan tentu ada sedikit hadiahnya,” tambah H. Baba.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan harapan agar masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini, pemahaman tentang Pancasila dan kewarganegaraan bisa lebih tajam dan lebih jelas,” pungkasnya.* (Ydar)


