BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia Kalimantan Timur (DPP APINDO Kaltim) resmi menetapkan jadwal Rapat Kerja dan Konferensi Provinsi (Rakerkonprov) 2026. Forum tertinggi organisasi pengusaha di Benua Etam ini dijadwalkan bakal digebyar pada 25–26 Mei 2026 mendatang.
Penetapan tanggal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi pengurus teras di Balikpapan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPP APINDO Kaltim, Abriantinus, bersama Sekretaris H. Soegianto, Bendahara Herjhon Song Hadinata, serta dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Slamet Brotosiswoyo.
Ketua DPP APINDO Kaltim, Abriantinus, menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan mandat konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. Menurutnya, momentum tahun ini sangat krusial mengingat posisi strategis Kaltim dalam peta ekonomi nasional.
“Rakerkonprov ini menjadi sarana konsolidasi internal, evaluasi program kerja yang sudah berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk satu tahun ke depan. Kita harus memperkuat soliditas organisasi, apalagi Kaltim kini punya peran vital sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN),” tegas Abriantinus.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPP APINDO Kaltim, H. Soegianto, menjelaskan bahwa pertemuan ini akan menjadi wadah berkumpulnya seluruh pimpinan wilayah. Ia memastikan keterlibatan aktif dari seluruh struktur organisasi agar program yang dihasilkan bersifat inklusif.
“Peserta terdiri dari pengurus dan anggota DPP APINDO Kaltim, ditambah para ketua DPK dan DPKab se-Kaltim. Kami ingin seluruh struktur organisasi terlibat aktif dalam pembahasan program kerja agar implementasinya di daerah bisa sejalan dengan pusat,” ujar Soegianto.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan DPP APINDO Kaltim, Slamet Brotosiswoyo, menyoroti pentingnya forum ini dalam menyikapi dinamika regulasi yang kerap berubah. Ia berharap Rakerkonprov menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku usaha.
“Ini menjadi kesempatan penting untuk menyatukan pandangan terkait kebijakan investasi, ketenagakerjaan, dan berbagai regulasi yang berdampak langsung pada dunia usaha. Kita ingin menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa mendorong daya saing daerah,” kata Slamet.
Saat ini, DPP APINDO Kaltim mulai mematangkan pembentukan panitia pelaksana guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan tanpa hambatan. Dengan penetapan jadwal lebih awal, organisasi berharap iklim investasi di Kaltim tetap terjaga melalui sinergi yang kuat antar pengusaha.* (Edy)


