BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (SKK Migas Kalsul) memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, yang belakangan menjadi perhatian publik.
Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris, menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan distribusi BBM di sektor hilir. Menurutnya, tugas dan fungsi SKK Migas terbatas pada kegiatan usaha hulu migas.
“BBM atau solar itu menjadi kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Mereka yang tahu dan mengatur urusan tersebut. Sedangkan SKK Migas fokus hanya pada bidang hulu, yaitu eksplorasi dan produksi migas,” ujar Azhari menjawab awak media melalui WhatsApp, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, SKK Migas bertugas mengawasi dan mengendalikan seluruh kegiatan usaha di sektor hulu, mulai dari pencarian cadangan hingga proses produksi minyak dan gas bumi. Sementara itu, pengawasan distribusi, penjualan, hingga ketersediaan BBM berada di bawah kewenangan lembaga lain yang menangani sektor hilir.
“Kami mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha hulu migas, bukan hilir. Jadi urusan stok, harga, dan distribusi solar atau BBM lainnya adalah ranah dan tanggung jawab lembaga lain yang membidangi sektor hilir,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, SKK Migas Kalsul juga memaparkan pembagian sektor dalam industri migas nasional yang terbagi menjadi tiga bagian utama. Sektor hulu (upstream) mencakup kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi, yang menjadi wilayah kerja SKK Migas. Sektor midstream meliputi pengolahan, pemrosesan, dan penyimpanan sebelum distribusi. Sedangkan sektor hilir (downstream) mencakup pengolahan akhir, distribusi, hingga penjualan produk BBM seperti bensin, solar, dan avtur kepada masyarakat.
Menutup penjelasannya, Azhari menyampaikan bahwa SKK Migas terbuka untuk terus berkomunikasi dengan media guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri migas di Indonesia.
“Kapan saja ada waktu, kami siap bertemu teman-teman media yang ingin memahami lebih dalam. Kami siapkan sesi khusus untuk diskusi ini agar mendapatkan pemahaman yang benar, sehingga dapat membantu pemberitaan yang akurat dan objektif bagi masyarakat,” pungkasnya.*** (tim)


