BARABAI, Cerdasnews.id — Astaga! Musibah angin puting beliung menerjang 12 rumah warga di Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel. Bupati HST, Samsul Rizal pun langsung turun ke menyambangi warga ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan, Rabu (3/6/2026).
”Hari ini kita menyerahkan bantuan bencana alam angin puting beliung yang menimpa warga kita, yaitu Desa Bakapas, Desa Ayuang, dan juga Desa Timbuk Bahalang,” ujar Bupati Samsul Rizal di sela-sela penyerahan bantuan.
Bupati Rizal menyebut, kehadiran jajaran pemerintah daerah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian, dan respons cepat untuk meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah.

”Ini adalah musibah dari Tuhan. Insyaallah ke depannya, masyarakat yang kena musibah mudah-mudahan tetap tabah. Kita selaku pemerintah daerah turut berduka dan prihatin, sehingga kita datang ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan ini,” ucap Bupati.
Pemerintah Daerah sendiri menyerahkan bantuan berupa sembako seperti beras, air mineral, bahan pokok lainnya hingga uang senilai Rp5 juta bagi warga yang terdampak.
Berdasarkan data resmi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten HST, peristiwa angin kencang tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore sekitar pukul 17.30 WITA.
Akibat terjangan badai dahsyat ini, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rinciannya, 7 rumah rusak ringan dan 5 rumah lainnya rusak sedang. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Barabai dan Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS).
Bencana di Kecamatan Barabai terjadi di Desa Banua Jingah RT 10, RW 03. Merusak rumah milik Syahmi (1 KK, 3 Jiwa) dengan kategori rusak ringan sekitar 30 persen. Kemudian di Desa Ayuang RT 03, RW 02, rumah milik Basrani (1 KK, 2 jiwa) mengalami kerusakan sedang sekitar 50 persen.
Masih di Ayuang RT 07, RW 03, tiga rumah warga turut terdampak. Masing-masing milik Saripandi (1 KK, 4 Jiwa) mengalami rusak ringan 30 persen, Romansyah (1 KK, 5 Jiwa) rusak sedang 40 persen, dan Jumiati (1 KK, 5 Jiwa) rusak ringan 25 persen.
Lantas di Desa Bakapas RT 08, RW 03, terjangan angin merusak rumah Israni (1 KK, 1 Jiwa) dengan kerusakan ringan 15 persen, Mardiah (1 KK, 2 Jiwa) rusak sedang 40 persen, Zahrani (1 KK, 2 Jiwa) rusak ringan 25 persen, dan Mustafa (1 KK, 1 Jiwa) kerusakan sedang mencapai 50 persen.
Sementara di wilayah Kecamatan BAS, amukan puting beliung menyasar permukiman warga di Desa Timbuk Bahalang RT 05 RW 03. Rumah milik Noviansyah (1 KK, 4 Jiwa) dilaporkan rusak sedang 50 persen, rumah Marniah (1 KK, 2 Jiwa) rusak ringan 20 persen, dan rumah M. Saleh (1 KK, 3 Jiwa) rusak ringan 30 persen.
Cerita mencekam di balik musibah ini diungkapkan Mansyah, salah seorang korban terdampak asal Desa Ayuang. Ia menyebut, cuaca ekstrem yang melanda kawasan permukimannya menjelang waktu Maghrib.
”Awalnya hujan sekitar jam setengah enam sore, kami semua berada dalam rumah. Tak lama berselang muncul angin kencang yang sangat kuat dari arah belakang rumah (dari hutan),” ujar Romansyah kepada awak media.
Romansyah menceritakan, saking kuatnya pusaran angin langsung mengobrak-abrik atap rumah miliknya yang terbuat dari seng hingga berterbangan. Rumahnya pun berhamburan dan basah akibat guyuran hujan.
”Anginnya berlangsung sekitar 30 menit. Saya cukup merasa ketakutan dan sangat mengkhawatirkan anak-anak,” ungkap Romansyah.
Setelah situasi dirasa aman dan hujan mulai reda saat adzan Maghrib, Mansyah hanya menutupi atap rumah yang bocor menggunakan terpal sebagai langkah perlindungan darurat. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian besar dari kepala daerah.
”Ulun ucapkan terima kasih atas bantuan Bupati HST kepada diri Ulun dan masyarakat yang terdampak musibah ini,” pungkas Mansyah agak memelas. (JJD)


