BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Kota Balikpapan resmi bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Perusahaan Air Minum Nasional (Porpamnas) IX Tahun 2026. Ajang olahraga terbesar bagi insan perusahaan air minum se-Indonesia itu diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 peserta dan tamu dari berbagai daerah, sekaligus menjadi momentum strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Peluncuran resmi Porpamnas IX Tahun 2026 dilaksanakan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju perhelatan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan sebagai tuan rumah menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kesiapan kota dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional, sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari suksesnya pertandingan, tetapi juga dari kenyamanan dan kesan positif yang dirasakan para tamu selama berada di Balikpapan.

“Yang penting mereka datang ke Balikpapan merasa aman, nyaman, dan memiliki kesan baik selama berada di kota ini,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menambahkan, kedatangan ribuan peserta akan memberikan efek berantai bagi berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Ini menjadi peluang besar bagi Balikpapan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai kota jasa dan perdagangan, sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara,” katanya.
Ketua Panitia Porpamnas IX 2026 yang juga Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, mengungkapkan jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai 5.000 orang.
Peserta tersebut tidak hanya terdiri dari atlet, tetapi juga direksi perusahaan air minum, kepala daerah, pengurus organisasi, official, serta anggota keluarga yang turut meramaikan berbagai agenda kegiatan.
“Kurang lebih ada 5.000 peserta yang akan hadir. Mereka bukan hanya atlet, tetapi juga direksi, kepala daerah, pengurus organisasi dan keluarga besar perusahaan air minum dari seluruh Indonesia,” kata Yudhi.
Menurutnya, besarnya jumlah peserta yang datang diperkirakan akan meningkatkan tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, kunjungan ke pusat kuliner, hingga transaksi UMKM selama pelaksanaan kegiatan.
Porpamnas IX 2026 akan mempertandingkan tujuh cabang olahraga utama. Selain itu, panitia juga menghadirkan dua cabang olahraga ekshibisi, yakni padel dan golf, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Yudhi menjelaskan, penunjukan Balikpapan sebagai tuan rumah bukan diperoleh secara instan. Kota ini harus melalui proses seleksi dan bersaing dengan sejumlah daerah lain yang juga mengajukan diri sebagai penyelenggara.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak lama. Alhamdulillah Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Teddy Setiabudi, menilai Balikpapan merupakan daerah yang paling siap untuk menjadi tuan rumah dibandingkan kandidat lainnya.
Menurutnya, kondisi perusahaan air minum daerah yang sehat, dukungan infrastruktur perkotaan yang memadai, serta akses transportasi yang baik menjadi faktor utama terpilihnya Balikpapan.
“Balikpapan ini kami nilai sangat siap. Perusahaannya sehat, fasilitas kotanya mendukung dan akses transportasinya baik untuk menerima ribuan peserta dari seluruh Indonesia,” ungkap Teddy.
Ia menegaskan, Porpamnas bukan sekadar arena kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi perusahaan air minum untuk memperkuat sinergi, berbagi inovasi, dan memperluas jaringan kerja.
“Dalam kegiatan ini banyak terjadi pertukaran pengalaman, diskusi, hingga penguatan jaringan kerja antar perusahaan air minum dari seluruh Indonesia,” katanya.
Dengan proyeksi kehadiran ribuan peserta dan tamu dari seluruh penjuru tanah air, Porpamnas IX 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda nasional yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai destinasi penyelenggaraan event berskala besar di kawasan timur Indonesia.* (Edy)


