BALIKPAPAN, Cerdasnews.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus melanjutkan langkah nyata, dan strategis, serta mewujudkan komitmennya dalam mendorong peningkatan akses UMKM ke pasar ekspor, untuk mendorong UMKM naik kelas melalui perluasan akses ke pasar global. Langkah strategis tersebut ditempuh melalui penguatan kapasitas pengusaha UMKM, dan peningkatan kualitas produk sehingga semakin meningkatkan readiness UMKM untuk ekspor, produk yang berkualitas dan semakin berdaya saing.
Pelaksanaan langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Nusantara Export Academy (NEA) tahun 2026 pada tanggal 13–15 Juli 2026 di KPwBI Balikpapan, yang disertai dengan pendampingan untuk memastikan impelementasi hasil pembelajaran pada sesi klasikal selama 3 bulan. Event ini juga merupakan program strategis untuk memperkuat diversifikasi pasar ekspor daerah, sejalan dengan kesiapan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor. Penyelenggaraan workshop ini juga merupakan tindak lanjut konkret atas Komitmen Bersama Perluasan Akses Ekspor yang telah disepakati dan ditandatangani oleh mitra strategis utama pengembangan pasar ekspor, meliputi Kantor Wilayah Bea dan Cukai Bagian Kalimantan Timur, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Pemerintah Daerah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser, Institut Teknologi Kalimantan, Politeknik Negeri Balikpapan, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Kalimantan Timur mewakili Ekspor Center Balikpapan, dan Perbankan yang telah ditandatangani pada 27 Juni 2026 dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026.
Penyelenggaraan Workshop Nusantara Export Academy (NEA) diikuti oleh 41 UMKM potensial ekspor dengan produk yang terdiri atas makanan dan minuman olahan, kriya, dan wastra yang merupakan produk unggulan dan khas Wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser. Peserta yang terpilih telah melalui rangkaian proses seleksi administrasi, kurasi, dan verifikasi lapangan untuk memastikan perkembangan dan potensi kualitas produk, kapasitas usaha, serta komitmen yang dimiliki oleh setiap peserta untuk mengembangkan akses pasar menuju ke pasar global. Peserta workshop tidak hanya terdiri dari UMKM mitra KPwBI Balikpapan semata, namun juga melibatkan UMKM binaan Bea dan Cukai, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, pemerintah daerah di tiga wilayah, serta korporasi, dan perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi dalam sambutannya (rangkaian pembukaan workshop) menyampaikan bahwa UMKM di Wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser meskipun memiliki keunikan produk, namun masih menghadapi tantangan untuk mengakses pasar ekspor, khususnya yang terkait pemahaman mengenai tahapan dalam melakukan ekspor, serta akses buyer international, readiness produk untuk memenuhi standar global, kualitas produk khususnya yang terkait dengana kualitas kemasan dan inovasi produk, dan pemahaman mengenai strategi pemasaran internasional. Selain tantangan tersebut, kondisi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian, telah mendorong meningkatnya biaya logistik dan waktu pengiriman yang lebih panjang, akibat terkendalanya akses menuju Timur Tengah. Menghadapi tantangan tersebut, penyelenggaraan Workshop Nusantara Export Academy menjadi salah satu langkah strategis mengatasi sejumlah tantangan tersebut. Rangkaian workshop dirancang secara integratif melalui pendekatan yang berkesinambungan dan berkelanjutan, tidak hanya sesi klasikal selama 3 (tiga) hari yang diisi oleh para expert, melainkan juga diintegrasikan dengan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan selama 3 (tiga) bulan. Program pendampingan dilaksanakan melalui one-on-one session, yang juga disinergikan dengan fasilitasi business matching dengan calon buyer internasional, serta diikuti dengan penyusunan rencana aksi ekspor oleh peserta, hingga pendampingan transaksi ekspor.
Selanjutnya, sebagai bagian dari kebijakan dalam mendukung penguatan ekosistem ekspor, KPwBI Balikpapan bersinergi dengan berbagai mitra utama strategis dalam penyelenggaraan workshop ini, termasuk pendampingannya. Akademi Mudah Ekspor (AME) hadir sebagai mitra pendamping utama memberikan pembelajaran praktis dan implementatif, serta berbasis pengalaman, yang juga akan berperan dalam melakukan pendampingan kepada UMKM peserta workhsop memasuki pasar ekspor. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur juga memfasilitasi edukasi dan pemberian pemahaman dalam workshop sesi klasikal mengenai tahapan dan prosedur ekspor, mekanisme penentuan HS Code, berbagai dukungan dan fasilitasi yang dapat diberikan untuk mendukung pengurusan dokumen kepabeanan, serta fasilitasi dukungan peningkatan akses pasar ekspor untuk UMKM melalui dukungan Platform UKME (Usaha Kecil Menengah Ekspor) sebagai Gerbang Layanan Ekspor UMKM, yang juga dilengkapi dengan fasilitasi layanan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) untuk mendukung UMKM melaksanakan ekspor. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Balikpapan juga memberikan materi (sesi klasikal) mengenai mekanisme dan dukungan pembiayaan untuk kemudahan ekspor yang dapat difasilitasi, serta dukungan program Coaching Program for New Exporters (CPNE). Selanjutnya Master Bagasi sebagai agregator ekspor juga berbagi pengalaman mengenai peluang ekspor dengan memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara, sekaligus membuka kesempatan fasilitasi kurasi dan pendampingan dalam penguatan produk untuk mengakses pasar ekspor bagi peserta workshop.
Berbagai hasil telah memberikan hasil nyata kepada peserta, meliputi keberhasilan peserta mengidentifikasi HS Code produknya sebagai langkah awal dalam tahapan persiapan proses ekspor. Sejalan dengan itu, peserta juga memperoleh pembelajaran terkait dengan strategi untuk mendorong peningkatan daya saing produk, melalui perbaikan desain kemasan, pemenuhan label informasi gizi, peningkatan shelf life atau usia simpan produk, penguatan kapasitas produksi, hingga pemanfaatan platform digital dan marketplace internasional sebagai sarana menjangkau akses buyer global. Selanjunya dalam kesempatan tersebut, UMKM yang memenuhi persyaratan Master Bagasi akan diberikan peluang dukungan tindak lanjut, melalui fasilitasi pengiriman sampel produk dan kurasi produk dalam rangka penjajakan pasar global yang dikelola oleh master bagasi. Melalui rangkaian workshop integratif ini, diharapkan semakin banyak UMKM di wilayah kerja KPwBI Balikpapan yang dapat menembus pasar ekspor, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.***


