BALIKPAPAN, Cerdasnews.id — Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol. Endar Priantoro menegaskan komitmen Polda Kaltim dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah potensi meningkatnya risiko kebakaran akibat fenomena El Nino.
Hal tersebut disampaikan Endar saat menghadiri Forum 9 Tahun Borneo Palm Oil 2026 yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran Kapolda Kaltim dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap penguatan tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan sekaligus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha perkebunan.
Forum Borneo Palm Oil 2026 menjadi ruang bagi pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
Endar mengapresiasi GAPKI Kaltim yang telah menyelenggarakan forum tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai sarana musyawarah untuk mendorong tata kelola industri kelapa sawit yang semakin profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah.

“Dari sisi keamanan, Polda Kaltim berkomitmen meminimalisir berbagai potensi kerawanan yang dapat memengaruhi situasi di daerah. Pencegahan menjadi prioritas kami agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Endar.
Ia menegaskan, keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan investasi dan aktivitas sektor perkebunan. Karena itu, Polda Kaltim terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, baik terhadap potensi gangguan yang dipengaruhi kondisi alam maupun aktivitas manusia.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ancaman karhutla yang berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca yang lebih kering akibat fenomena El Nino.
Endar mengatakan Polda Kaltim telah melakukan berbagai langkah preventif untuk mengantisipasi karhutla. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, termasuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Pencegahan menjadi prioritas kami agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, lanjutnya, tidak hanya berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, Polda Kaltim mendorong keterlibatan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha perkebunan, dalam melakukan pencegahan karhutla.
Kolaborasi antara aparat kepolisian dan sektor usaha dinilai penting untuk memastikan potensi kerawanan dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Endar juga menekankan pentingnya sinergi antara Polda Kaltim dan GAPKI dalam menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif. Kondisi keamanan yang terjaga dinilai turut mendukung keberlanjutan investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kolaborasi antara Polda Kaltim dan GAPKI memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim usaha yang aman, kondusif, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah,” kata Endar.
Melalui Forum Borneo Palm Oil 2026, Polda Kaltim berharap komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat semakin kuat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Dengan penguatan koordinasi dan langkah pencegahan sejak dini, potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif. (ydar)


