BALIKPAPAN, Cerdasnews.id –Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama unsur tiga pilar bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Mukmin Faisal RT 70, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur.
Kebakaran terjadi pada Minggu sore (6/9/2026) dan membakar lahan yang ditumbuhi rumput kering. Kondisi cuaca yang panas dan kering serta hembusan angin cukup kencang sempat meningkatkan risiko api meluas ke area sekitar.
Mendapat laporan adanya kebakaran, personel gabungan dari BPBD, Polri, TNI, dan unsur pemerintah kelurahan langsung melakukan penanganan di lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Berkat respons cepat dan sinergi personel gabungan, kobaran api berhasil dikendalikan hingga seluruh proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai.
Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material yang meluas dalam kejadian tersebut.
Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,2 hektare.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy melalui jajaran Bhabinkamtibmas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Larangan tersebut sejalan dengan maklumat yang telah disosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan serta ancaman sanksi hukum bagi pihak yang terbukti melakukan pembakaran, baik secara perorangan maupun korporasi.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sepinggan, Aiptu Sutantoro, mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang membuat lahan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran atau gangguan kamtibmas. Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan secara gratis agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Sutantoro.
Ia menambahkan, pencegahan kebakaran lahan membutuhkan peran yg aktif seluruh masyarakat.
Kewaspadaan dan gotong royong dinilai menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Semua kegiatan penanganan akan terasa lebih ringan apabila dilaksanakan secara gotong royong,” pungkasnya.
Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi kebakaran berlangsung aman dan kondusif. (Edy)


