BALIKPAPAN, Cerdasnews.id Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperluas akses konektivitas digital masyarakat melalui Program Masjid Berdaya yang melibatkan 160 masjid di lima provinsi di Kalimantan.
Program yang dimulai sejak Juni 2026 tersebut menghadirkan akses internet melalui layanan HiFi Air. Konektivitas itu ditujukan untuk mendukung masjid sebagai ruang komunitas lintas generasi, tidak hanya untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai tempat belajar, berbagi pengetahuan, dan berinteraksi.
Sebanyak 160 masjid penerima manfaat tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto, mengatakan masjid memiliki posisi yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi ruang interaksi berbagai kelompok usia.
“Melalui Masjid Berdaya, kami ingin konektivitas yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan yang telah tumbuh di tengah komunitas, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berbagi pengetahuan,” kata Eric dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membuka peluang untuk berkembang bersama.
“Bagi Indosat, teknologi akan semakin berarti ketika dapat membantu masyarakat berkembang dan membuka lebih banyak peluang bersama,” ujarnya.

Melalui program tersebut, konektivitas juga digunakan untuk menghubungkan sejumlah masjid dalam berbagai kegiatan bersama. Jamaah dan komunitas dari lokasi berbeda dapat mengikuti kegiatan secara langsung, berinteraksi, serta berbagi pengetahuan.
Jangkauan program mencakup sejumlah kota dan kabupaten di Kalimantan, termasuk wilayah perbatasan seperti Malinau, Nunukan, dan Kapuas Hulu.
Selain akses internet, Program Masjid Berdaya juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran. Salah satunya melalui pengenalan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Kegiatan pengembangan kapasitas tersebut diarahkan agar komunitas masjid dapat mengenal pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mendukung proses belajar hingga membantu mencari dan mengolah informasi secara lebih produktif.
Indosat menyatakan Program Masjid Berdaya tidak hanya diarahkan untuk menyediakan konektivitas, tetapi juga mendukung pengembangan minat, memperluas akses informasi, serta memperkuat interaksi antarkomunitas.
Dengan cakupan 160 masjid di lima provinsi di Kalimantan, Indosat akan melanjutkan pengembangan program bersama komunitas dan pemangku kepentingan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Indosat dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan masyarakat melalui perluasan akses dan pemanfaatan konektivitas. (ydar)


