BALIKPAPAN, Cerdasnews.id — Keterbatasan akses layanan kesehatan dan ancaman satwa liar menjadi dua keluhan utama yang disampaikan warga wilayah pesisir saat personel Polisi RW menyambangi mereka dalam kegiatan silaturahmi dan pendengaran aspirasi, Senin (19/10/2026).
Warga mengungkapkan kekhawatiran yang dirasakan sehari-hari. Untuk mendapatkan pelayanan medis, mereka harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju Handil. Ketersediaan dokter, perawat, maupun bidan yang siaga di kampung pun masih sangat terbatas. Belum lagi kondisi akses jalan yang kurang memadai — hal yang tentu sangat menyulitkan, terutama saat ada warga yang membutuhkan pertolongan secara darurat.
Selain persoalan kesehatan, kehadiran satwa liar di sekitar pemukiman juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir tersebut.
Mendengar langsung keluhan dan harapan warga, personel Polisi RW mencatat seluruh aspirasi dengan saksama. Kehadiran di tengah masyarakat ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya nyata untuk membangun komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang kuat antara kepolisian dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan sambang ini, personel hadir untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” demikian disampaikan dalam keterangan kegiatan tersebut.
Seluruh masukan, mulai dari kebutuhan peningkatan layanan kesehatan hingga upaya mitigasi terhadap potensi bahaya satwa liar, akan dicatat dan disampaikan untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.
Kegiatan sambang ini diharapkan menjadi jembatan yang semakin kokoh antara kepolisian dan masyarakat. Dengan saling terbuka dan saling memahami, persoalan yang dihadapi warga di wilayah pesisir dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih baik ke depannya.*


