Seputarkotaku.com, Balikpapan – Sejumlah rumah warga di RT 16, Jln Letjend Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat mengalami keretakan baik pada bagian dinding dan lantai akibat dampak pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu.
“Keretakan rumah mulai terjadi saat adanya aktivitas bor pile atau pemancangan persis di samping rumah,” ujar Sulaiman salah satu anak pemilik rumah.
Sulaiman menuturkan, sebelum adanya aktifitas pemancangan pada bagian samping, rumah warga tidak mengalami apa-apa. Namun saat ada aktifitas pemancangan disamping rumah yang hanya berjarak kurang lebih 20 meter, keretakan mulai terjadi.
“Waktu di kantor Kecamatan kita sosialisasi, katanya kita akan dilakukan evakuasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pemancangan. Tapi kenyataanya tidak, kita belum di evakuasi, mereka sudah melakukan aktifitas pemancangan,” ungkap Sulaiman.
“Kalaupun kita mau di evakuasi, tidak semudah itu karena penghasilan orang tua saya berjualan dirumah. Makanya sebelum ada keputusan masalah rumah saya, saya tidak akan meninggalkan rumah ini,” sambungnya.
Selain itu, Sulaiman menyayangkan tidak adanya kejelasan terkait jam operasional pekerja. Pasalnya hingga Pukul 22.00 Wita masih ada aktifitas pekerjaan. Sementara warga disini butuh istirahat.
“Kita juga bingung jam operasional pekerjaan ini seperti apa, karena sampai jam 10 malam masih ada yang bekerja. Bahkan warga sampai kesal dan meneriaki pekerja untuk menghentikan aktifitasnya,” beber Sulaiman.
“Kalau mulai retaknya sudah ada 2 minggu yang lalu, ini sudah parah betul, kalaupun akan diperbaiki sudah tidak memungkinkan, kecuali di hancur terlebih dahulu kemudian di bangun kembali,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan warga bernama Elysandra, ia sangat bersyukur jajaran pemerintah kota (pemkot) Balikpapan turun langsung melihat kondisi rumah warga yang terdampak pembangunan RS Sayang Ibu.
“Ya..saya sangat bersyukur pemerintah turun langsung, jadi bisa melihat sendiri kondisi rumah warga yang rusak salah satunya rumah saya,” ucap Elys.
Ia khawatir dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan RS Sayang Ibu akan semakin parah, sementara upaya penanganan yang dilakukan pemerintah belum diterima seperti apa bentuknya.
“Mudah-mudahan setelah pemerintah melihat kondisi kerusakan rumah warga disini, pemerintah bisa lebih cepat merespon, solusi apa yang bisa segera di berikan,” pungkasnya.(*)


