Balikpapan, CerdasNews.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen memperkuat sektor ini, termasuk melalui program pembinaan warga binaan pemasyarakatan agar lebih produktif.
Menindaklanjuti program tersebut, Lapas Kelas IIA Balikpapan meluncurkan inisiatif produksi roti berbasis tenaga kerja warga binaan.
Program ini tidak hanya membekali keterampilan baru, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi mereka.
“Kami membagi pelaksanaan produksi roti dalam beberapa tahapan agar bisa berjalan jangka panjang.
Warga binaan yang terlibat telah melalui seleksi dan pelatihan, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Pujiono Slamet, Selasa (11/3/2025).
“Untuk saat ini terdapat 14 warga binaan aktif memproduksi roti dengan merek Roti Paris PAS. Mereka sebelumnya mengikuti pembinaan kepribadian untuk membentuk sikap kerja yang baik, sebelum dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan khusus dalam produksi roti,” terang Pujiono Slamet.
Program ini juga merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menekankan paradigma rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Tujuannya adalah memastikan narapidana dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan produktif.
“Dengan adanya produksi roti di Lapas Balikpapan, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi bagi perekonomian,” ungkapnya.
“Roti Paris PAS pun diharapkan bisa semakin dikenal luas dan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas dapat menghasilkan produk berkualitas,” harapnya.***
(Riel/CerdasNews.id)


