Balikpapan, CerdasNews.id — Untuk mencegah terjadinya tindak pidana Korupsi di pemerintahan baik pusat maupun daerah, Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) mengajak semua pihak dapat mengawasinya.
Ketua DPD FPPI Kaltim, S. Wahyudi, S.Sos kepada media ini Minggu (15/6/2025) mengatakan, jika korupsi sudah menjadi budaya dilakukan oleh oknum pejabat negara. Saatnya masyarakat ikut mengawasi, tentunya melalui lembaga yang memiliki legalitas hukum. Seperti LSM, Ormas maupun Forum.
“Sudah cukup parah korupsi di negeri ini. Untuk itu harus adanya pengawasan dari aparat penegak hukum dan masyarakat untuk mengamankan dan mengawalnya,” ujarnya.
FPPI Kaltim sendiri sudah komitmen melakukan pengawasan dana yang bersumber dari APBD, baik Provinsi maupun Kota/Kabupaten dengan jalan pengamanan dan pengawalan.
Kinerja dan kebijakan para pemangku jabatan di Kaltim seperti Gubernur, Wali Kota dan Bupati harus pro masyarakat bukan pro pada golongan tertentu. Karena mereka dipilih oleh masyarakat. Kembalikan hak-hak masyarakat seutuhnya, jangan dipersulit.
“Kaltim itu kaya akan Sumber daya alam dan APBDnya cukup tinggi. Tetapi masih banyak masyarakat yang belum tersentuh, tidak mendapatkan haknya dan hidup di bawah garis kemiskinan,” tegas Wahyudi.
Masih menurut Wahyudi, sektor perkebunan dan pertanian di bumi Kaltim jika di kelola secara profesional dan benar, tentunya akan membuahkan hasil yang baik. Kuncinya tergantung niat para pemimpin itu sendiri, jika memang mau mensejahterakan masyarakat.
Begitu pula di sektor ekonomi kerakyatan, maraknya mini market seperti Alfa Mart, Alfa Midi, Indo Maret dan lainnya berdampak terpuruknya perekonomian warga lokal. Dimana warga lokal menjadi penonton saja yang berimbas usaha mereka menjadi bangkrut. Kapan warga lokal bisa menjadi tuan dirumah sendiri.
Sangat ironis lanjut Wahyudi, sampai kapan bangsa ini dikuasai oleh kaum kapitalis dan oligarki. Jangan sampai ekonomi kerakyatan di bumi Kaltim tinggal kenangan belaka. Harus ada class action untuk bangkit menuju masyarakat Kaltim sejahtera.** (Edy)


