Catatan Ringan — Y Darojatun
DALAM konteks pemerintahan yang demokratis dan transparan, peran jurnalis sangatlah krusial. Mereka bertindak sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, menyampaikan informasi, mengawasi jalannya pemerintahan, dan menjadi corong aspirasi publik. Oleh karena itu, alih-alih dijauhi, jurnalis seharusnya dirangkul oleh siapa saja (pejabat) sebagai mitra strategis dalam membangun pemerintahan yang baik.
Menjauhi jurnalis sama artinya dengan menutup akses informasi kepada masyarakat. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, spekulasi, dan bahkan penyebaran informasi yang tidak akurat, atau hoaks. Ketiadaan komunikasi yang efektif antara Wali Kota dan jurnalis dapat menghambat proses penyampaian informasi penting terkait kebijakan, program, dan kinerja pemerintah daerah. Akibatnya, publik tidak mendapatkan informasi yang utuh dan obyektif, sehingga dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Sebaliknya, dengan merangkul jurnalis, para pejabat, semisal Wali Kota, Kepala Dinas dan lainnya dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan. Jurnalis akan mendapatkan akses informasi yang lebih mudah dan terverifikasi, sehingga dapat menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Sementara itu, para pejabat dapat memanfaatkan peran jurnalis untuk menyampaikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara efektif dan efisien. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi pemerintahan.
Merangkul jurnalis bukan berarti membiarkan pemerintah dikritik tanpa dasar. Kritik yang konstruktif justru dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki pelayanan publik. Pejabat yang bijak akan mampu membedakan antara kritik yang membangun dan kritik yang bersifat destruktif.
Kedekatan antara pemangku jabatan dan jurnalis dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti konferensi pers rutin, pertemuan informal, respon cepat terhadap pertanyaan, dan keterbukaan dalam memberikan informasi. Partisipasi aktif pejabat dalam kegiatan jurnalistik juga dapat mempererat hubungan dan membangun saling pengertian.
Kesimpulannya, jurnalis bukanlah musuh, melainkan mitra kerja siapa saja tanpa terkecuali dalam membangun pemerintahan yang baik dan melayani masyarakat. Dengan merangkul dan membangun komunikasi yang efektif, pejabat dapat memastikan informasi yang akurat dan terverifikasi sampai kepada masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, dan menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Semoga…!


