Catatan Ringan : Edy Y, Ketua Umum LSM KEW
Tak terasa tepat tanggal 17 Agustus 2025 mendatang bangsa ini genap berusia 80 Tahun. Usia yang tidak muda lagi sebagai negara yang katanya sedang berkembang. Berkembang dalam segala hal, termasuk semakin tinggi nasionalisme bagi para generasi penerus untuk menghargai apa itu perjuangan dan apa arti kemerdekaan.
Lembaga Swadaya Masyarakat Kaltim Education Watch (KEW) merupakan salah lembaga yang peduli dunia pendidikan mencoba merangkai kata dalam kalimat yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan ringan.
Tentunya kita masih ingat bahwa Bendera Merah Putih di kibarkan saat proklamasi kemerdekaan yakni 17 Agustus 1945. Jika tidak salah, bendera ini dijahit oleh Ibu Fatmawati istri dari Presiden Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, peringatan kemerdekaan selalu diwarnai merah putih di seluruh persada Nusantara. Ini menandakan bahwa sang saka merah putih memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi bangsa Indonesia.
Pemecahan rekor membentangkan bendera merah putih sudah banyak dilakukan baik dari suatu kelompok, komunitas sosial dan lainnya, dalam bingkai memperingati dan merayakan hari kemerdekaan setiap tahun.
Untuk melakukan membentangkan bendera merah putih ribuan meter bukanlah hal mudah, perlu perjuangan dan pengorbanan. Namun jika dikerjakan secara bersama atau gotong royong, maka hal yang sulit akan menjadi mudah.
Makna dari membentangkan bendera merah putih dapat dijadikan sebagai upaya untuk memperkuat simbol persatuan dan kesatuan. Karena apa, dikerjakan secara bersama dan gotong royong. Apakah ini merupakan makna salah satunya, tentu tidak.
Kegiatan ini sangat penting dilakukan bagi generasi muda sebagai tongkat estafet. Tentunya untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Tujuannya untuk benar-benar mencintai tanah air serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Generasi muda bukanlah “Barang Hiasan” yang hanya bisa dipajang tapi tidak berguna. Generasi muda harus inovatif dan kreatif untuk membangun bangsanya. Generasi mudah harus menjadi pelopor pembangunan, bukan menjadi provokator yang akan meruntuhkan mental.
Melalui kegiatan membentangkan bendera merah putih ratusan bahkan ribuan meter, juga merupakan bentuk menghargai jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga untuk meraih kemerdekaan yang saat ini kita nikmati.
Dalam waktu dekat, putra putri bangsa yang tergabung dalam Alumni STMN Balikpapan Bersatu Angkatan 1964-1997 dengan motto “Anak STM Hebat” bertekad dan bersatu ingin menorehkan sejarah dalam HUT RI Ke-80 dengan satu kegiatan “Membentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.500 Meter” dikawasan wisata pantai. Semoga perjuangan anak-anak tehnik ini dapat terwujud sesuai dengan harapan. Semoga di penghujung Agustus 2025 julukan anak “bandel” tapi “hebat” ini dapat menorehkan sejarah khususnya di Kota Balikpapan. Nantinya dapat menjadi motivasi bagi anak STM di seluruh Nusantara untuk melakukan hal serupa.
Demikianlah catatan ringan dengan bahasa blepotan dan kepolosan ini disajikan. Paling tidak dapat dijadikan sebagai motivasi bagi generasi. Sehingga kita paham bahwa Persatuan Kesatuan merupakan senjata ampuh untuk menjaga NKRI. (***)


