Close Menu
  • Home
  • Advertorial
    • Diskominfo Kaltim
    • DPRD Kota Balikpapan
    • DPRD Provinsi Kaltim
    • Pemkot Balikpapan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa dan Kejadian

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditpolairud Polda Kaltim Perketat Pengamanan Pantai Manggar dan Lamaru, Wisatawan Diimbau Utamakan Keselamatan

17 Oktober 2026

DPD BKPRMI HST Pimpinan  ‎Rahmadi Dikukukan, Bupati ‎Rizal : Bentuk Generasi Muda ‎Cinta Al-Qur’an dan Berakhlak 

17 Oktober 2026

Jaga Keamanan Transportasi Laut, Ditpolairud Polda Kaltim Lakukan Patroli Rutin Hingga Pelabuhan Tiga Bersaudara

16 Oktober 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Iklan dan Kerjasama
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Sitemap
Facebook X (Twitter) Instagram
Cerdasnews.idCerdasnews.id
  • Home
  • Advertorial
    1. Diskominfo Kaltim
    2. DPRD Kota Balikpapan
    3. DPRD Provinsi Kaltim
    4. Pemkot Balikpapan
    5. View All

    Pengunjung Wisata Loksado HSS Geger, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Riam Hanai

    6 September 2025

    Kocak! Pesta Permainan Rakyat yang Unik dan Kreatif, Rayakan 17 Agustusan di Bamban Utara HSS

    18 Agustus 2025

    Ketua DPRD Balikpapan Dukung Porwada Kaltim 2026, Siap Sukseskan Ajang Wartawan se-Kaltim

    7 Oktober 2026

    Masyarakat Gunung Samarinda Ingin Halili Adinegara Kembali Jadi Wakil Rakyat

    9 Agustus 2026

    Komisi III DPRD Desak Pemkot Tegas ke Pengembang BDS 2, Disperkim: Pengembang Diminta Kembalikan Fungsi Bendali Sesuai Site Plan

    29 Juli 2026

    Karya Nyata Fauzi Adi Firmansyah : Aktif Kawal Aspirasi Warga, Dari PJU hingga Ketahanan Pangan

    28 Juli 2026

    Andi Burhanuddin Solong Resmi Dilantik jadi Anggota DPRD Kaltim, Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    14 September 2026

    Reses DPRD Kaltim di Balikpapan Terkendala Kewenangan, Pokir Diusulkan Bisa Masuk Wilayah Kota

    31 Januari 2026

    Anggota DPRD Provinsi Kaltim Sosialisasikan Perda PPKn Sekaligus Reses di Perum HER II RT.68 Sepinggan

    31 Januari 2026

    Optimalisasi Anggaran untuk Pembangunan Berkelanjutan Jadi Fokus Utama RDP Komisi III DPRD Kaltim

    8 Januari 2025

    Anggaran Balikpapan Dipangkas Hampir Rp100 Miliar, Tukin dan Perjalanan Dinas Kena Efisiensi

    29 September 2026

    Bacitra Siapkan Perluasan Rute ke Manggar dan Kilometer 23, Tunggu Handover 2027

    29 September 2026

    Balikpapan Raih Kota Terbaik II Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Regional Kalimantan

    3 September 2026

    Denda PBB Balikpapan Dihapus hingga 30 September, Warga Diminta Segera Bayar Tunggakan

    3 September 2026

    Ketua DPRD Balikpapan Dukung Porwada Kaltim 2026, Siap Sukseskan Ajang Wartawan se-Kaltim

    7 Oktober 2026

    Anggaran Balikpapan Dipangkas Hampir Rp100 Miliar, Tukin dan Perjalanan Dinas Kena Efisiensi

    29 September 2026

    Bacitra Siapkan Perluasan Rute ke Manggar dan Kilometer 23, Tunggu Handover 2027

    29 September 2026

    Andi Burhanuddin Solong Resmi Dilantik jadi Anggota DPRD Kaltim, Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    14 September 2026
  • Politik
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa dan Kejadian
Cerdasnews.idCerdasnews.id
Beranda » Bocah yang Memanggul Karung, Aspal, dan Mimpi yang Tertunda
Catatan Pinggir

Bocah yang Memanggul Karung, Aspal, dan Mimpi yang Tertunda

Edy YudoBy Edy Yudo2 Mei 2026Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter WhatsApp

CERDASNEWS.id — SIANG itu matahari terasa sangat menyengat. Cahayanya menghunjam aspal, memantul panas yang sanggup membuat udara bergetar di atas permukaan jalan. Di tengah riuh rendah deru mesin kendaraan, dua bayangan kecil itu melangkah. Mereka tidak sedang bermain kejar-kejaran, tidak pula sedang berangkat menuju gerbang sekolah.

​Di bahu mereka, tersampir karung goni yang ukurannya tampak terlalu besar—mungkin lebih berat dari cita-cita yang belum sempat mereka rangkai.

​Setiap kali botol plastik bekas tergeletak di selokan atau di sudut trotoar, tangan-tangan mungil itu bergerak dengan gesit. Bukan karena mereka ingin bermain, melainkan karena setiap plastik adalah kepingan rupiah yang mereka harapkan bisa ditukarkan kepada pengepul sebelum senja turun. Mereka adalah pemulung cilik, penyintas jalanan yang masa kecilnya terampas oleh tuntutan perut yang lebih mendesak daripada buku tulis dan seragam sekolah.

​Di tempat lain, di kawasan Ringroad, sang ayah sedang bergelut dengan debu dan knalpot, mengatur deretan motor yang tak henti datang. Ia adalah juru parkir, seorang prajurit jalanan yang menukarkan tenaganya demi recehan yang seringkali hanya cukup untuk makan hari ini. Sementara itu, sang ibu—dengan sapu lidi di tangan—berjuang membersihkan taman-taman kota. Ibu yang merapikan dedaunan di tempat orang lain berekreasi, namun seringkali tak sempat melihat anaknya bermain di taman yang sama.

​Kota ini memang kondang sebagai yang teraman dan terindah, juga dengan label sebagai “Kota Layak Anak”. Sebuah label kebanggaan yang terpampang rapi di papan-papan pengumuman pemerintah. Namun, ironi itu nyata, terpampang jelas di setiap persimpangan lampu merah. Di sana, di antara deretan mobil mewah dan motor yang berdesakan menunggu lampu berubah hijau, anak-anak lain berdiri menenteng bungkusan tisu dan makanan ringan yang ditawarkan kepada para pengendara.

​Mereka-dua bocah dengan karung di bahu dan teman-teman mereka di lampu merah—adalah pengingat bahwa sebuah kota bukanlah sekadar beton, taman, dan trotoar yang rapi. Kota adalah tentang bagaimana ia memperlakukan jiwa-jiwa paling kecil yang menghuninya.

​Ketika lampu lalu lintas berganti warna, deru kendaraan kembali memekakkan telinga. Dua bocah itu kembali melangkah. Karung di bahu mereka semakin berat, namun langkah mereka tetap tertatih, menyusuri jalanan yang mungkin tak pernah menjanjikan mereka masa depan, namun terus menuntut mereka untuk tetap bertahan hidup hari demi hari.

Begitu pun sang kakak dari kedua bocah tersebut yang selalu mengenakan baju gamis bertindak sebagai Pak Ogah di simpang-simpang jalan kota yang lalu lintasnya cukup sibuk, namun tak diatur oleh pihak terkait.

​Di balik megahnya pembangunan dan nyamannya fasilitas kota, ada cerita-cerita yang luput dari pandangan. Cerita tentang masa kecil yang ditukar dengan plastik bekas, dan mimpi yang terpaksa dikubur dalam-dalam di bawah aspal panas Balikpapan.*** (Hary)

Share. Facebook Twitter WhatsApp

Related Posts

Balikpapan Kalah dari Bontang Soal Sampah, Saatnya Berkaca

5 September 2026

Ironi Kota Minyak: Ketika BBM Masih Harus Diantri di Balikpapan

31 Agustus 2026

Sampah Berserakan di Jalan Mukmin Faisal Sepinggan, Warga Harap Pemkot Segera Pasang Bak Sampah  

26 Agustus 2026

Antara Sampah dan Kemerdekaan

23 Juli 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Taufik Qul Rahman Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat LPM Baru Ilir

1 September 2024

Jaga Keamanan Jelang Pilkada, Polsek Muara Kaman Gelar Patroli Dialogis 3 Pilar

2 September 2024

Libatkan Stakeholder, Bawaslu Lakukan Konsolidasi Pelaksanaan Tahapan Pilkada 2024

2 September 2024

Pemeriksaan Kesehatan 3 Paslon Rampung, KPU Balikpapan Tunggu Hasil Pemeriksaan

2 September 2024
Kriminal

Perempuan WNA Malaysia Ditangkap di Bandara SAMS Sepinggan dengan Barang Bukti Sabu 1 Kg

By Edy Yudo

Polda Kaltim Ungkap Kasus Minyak Goreng Tak Sesuai Takaran, Direktur Operasional PT JASM Jadi Tersangka

By Edy Yudo

‎Pria Ngamuk Diamankan Polsek Pandawan, Kapolres HST Apresiasi Anggotanya yang Cepat Respon

By Edy Yudo
Cerdasnews.id
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Iklan dan Kerjasama
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Sitemap
Copyright © PT.Dicky Cerdas Sejahtera

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.