Catatan – Edy Yudohandana
BALIKPAPAN, CerdasNews.id — Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini, sederhana, cerdas dan humanis. Dialah H. Abdul Hakim Rauf, S.Ip.,S.H yang juga merupakan pengusaha sukses di Kota Balikpapan dan bumi Kalimantan Timur.
Dengan penampilannya yang sederhana serta low profile banyak masyarakat khususnya lembaga sosial bahkan media masa merapat dengannya. Kedewasaannya dalam berpikir serta bijaksana dalam bertindak, merupakan salah satu karakter yang dimiliki suami dari Hj. Yusdiana Hakim, S.Sos.,M.H, salah seorang Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Partai Nasdem.
Bukan itu saja bahkan, para kandidat Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Timur juga para kandidat Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan banyak merapat, saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kalimantan Timur 2024 yang baru lalu.

Berkat kepiawaiannya dalam menjalani komunikasi di semua lini, maka tidak mengherankan jika sosok H. Abdul Hakim Rauf dipercaya untuk menjabat posisi strategis, baik di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Forum Komunitas maupun Media Massa sebagai Dewan Pembina atau Dewan Penasehat.
Tidaklah mengherankan jika dirinya juga di nobatkan sebagai Ketua Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (BPD-KKP) Kota Balikpapan periode 2023-2028.
Posisi ini sangat tepat disandang H. Abdul Hakim, adalah Tokoh Masyarakat Balikpapan yang dilahirkan di Desa Masolo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengusaha di bidang jasa angkutan BBM dan rental alat berat ini melalui PT Dian Yuspa Samudera (DYS) belum lama ini dinobatkan sebagai Ketua Dewan Penasehat LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Indonesia, Dewan Pembina Media Online Cerdas News.id, Ketua Dewan Pembina Ikatan Jurnalis Online Kalimantan (IJOK) dan banyak lagi lembaga lainnya yang digeluti.
Saat ditemui di kediamannya, Minggu (27/1/2025) Abdul Hakim yang juga dikenal sangat familiar dengan awak media menjawab dengan santai. “Selagi kita bisa berbuat baik kepada masyarakat, mengapa tidak kita lakukan. Karena pada prinsipnya hidup itu saling membantu dan saling menjalin silaturahmi. Karena semua manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Saling kolaborasi dan sinergi itulah yang kita inginkan dalam kehidupan,” ucapnya mengakhiri perbincangan.*** (EY)


