Balikpapan, Cerdasnews.id – Aksi penyampaian aspirasi yang melibatkan Komunitas Sopir Truk Balikpapan (KSTB) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Di kawasan Kantor DPRD Kota Balikpapan berlangsung kondusif dan berakhir dengan kesepakatan antara pihak terkait. Kepolisian memastikan situasi lalu lintas yang sempat padat kini telah kembali normal.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si, menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas sempat dilakukan akibat tingginya jumlah armada yang terlibat dalam aksi.
“Awalnya jalan kiri-kanan ini bisa dilalui, namun dengan jumlah armada yang banyak sehingga kita melakukan rekayasa. Sempat ditutup kurang lebih dua jam, sekarang sudah kembali normal,” ujarnya usai bubarnya aksi dari Mahasiswa dan Sopir truk.
Ia menambahkan, masyarakat kini sudah dapat kembali melintasi Jalan Sudirman seperti biasa. Sementara itu, kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara perwakilan massa aksi dengan DPRD Kota Balikpapan juga telah berjalan lancar.
“Penyampaian pendapat dalam RDP alhamdulillah sudah lancar, tadi sudah diterima oleh Pak Ketua dengan beberapa anggota DPRD Kota Balikpapan,” katanya.

Menurutnya, perwakilan komunitas truk dan mahasiswa telah bertemu serta mencapai kesepakatan. Setelah aksi selesai, massa pun membubarkan diri dengan tertib dan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian.
“Para komunitas yang dituakan di komunitas truk dan mahasiswa sudah bertemu dan sudah ada kesepakatan. Setelah selesai, mereka membubarkan diri dan kami melakukan pengawalan kembali ke wilayah masing-masing, seperti Balikpapan Timur, Selatan, Barat, dan Utara,” jelasnya.
Terkait dampak lalu lintas, Kumontoy mengakui sempat terjadi kepadatan di sekitar lokasi aksi. Namun, pihaknya telah melakukan rekayasa untuk meminimalisasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
“Tentu ada kepadatan, namun kita sudah melakukan rekayasa agar masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif sehingga tidak mengganggu aktivitas,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada tindakan represif dari aparat selama pengamanan aksi berlangsung. Isu adanya pemukulan disebutnya sebagai kesalahpahaman di lapangan.
“Tidak ada pemukulan dari petugas keamanan. Ini hanya miskomunikasi di lapangan. Kami sudah berdiskusi dengan yang dituakan dan semuanya sudah clear, bahkan sudah ada permohonan maaf,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pihak kepolisian terbuka terhadap laporan apabila ditemukan pelanggaran oleh anggotanya.
“Kalau memang ada, silakan dilaporkan. Saya sebagai Kapolresta siap menindak anggota yang melakukan pelanggaran,” tambahnya.
Kumontoy menegaskan bahwa pengamanan aksi dilakukan secara langsung oleh dirinya sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyebut pihak massa aksi memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian.
“Kegiatan ini dikawal langsung oleh saya, dari mereka datang hingga kembali. Dari pihak mereka juga memberikan apresiasi kepada kinerja kepolisian,” pungkasnya.* (Ydar)


