BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur menggelar Gelar Operasional Triwulan II Tahun 2026 sebagai langkah evaluasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perairan dan pesisir Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan tugas operasional selama periode Triwulan II 2026. Evaluasi tidak hanya mencakup capaian kegiatan, tetapi juga berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi personel di lapangan serta strategi peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas pada periode berikutnya.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam gelar operasional tersebut, di antaranya pelaksanaan patroli perairan, pengamanan kawasan pesisir, penegakan hukum, kegiatan preemtif dan preventif, serta pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program unggulan Ditpolairud Polda Kaltim.
Ditpolairud Polda Kaltim Kombes Pol Restika Pardamaean Nainggolan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa evaluasi operasional merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan target dan kebutuhan masyarakat.
“Gelar operasional ini menjadi sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas selama Triwulan II, termasuk melihat capaian, kendala, serta tantangan yang dihadapi personel di lapangan,” tegas Restika.
Menurutnya, evaluasi juga diperlukan untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh jajaran Ditpolairud dalam menghadapi dinamika kamtibmas di wilayah perairan dan pesisir.
“Yang paling utama adalah bagaimana hasil evaluasi ini dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, responsivitas, dan sinergitas personel dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujarnya.
Restika mengatakan, karakteristik wilayah Kalimantan Timur yang memiliki kawasan perairan dan pesisir cukup luas membutuhkan kesiapan personel yang optimal. Berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan masyarakat di wilayah perairan harus dapat diantisipasi melalui kegiatan patroli, pencegahan, penegakan hukum, serta pendekatan pelayanan yang humanis.
“Personel harus mampu memahami perkembangan situasi kamtibmas dan cepat merespons setiap potensi gangguan yang terjadi di wilayah hukum perairan. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain melakukan evaluasi internal, gelar operasional juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergitas antar personil dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Hal tersebut dinilai penting agar setiap kegiatan kepolisian di wilayah perairan dapat dilakukan secara terarah, efektif, dan terukur.
Ditpolairud Polda Kaltim juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah preemtif dan preventif guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
“Komitmen kami adalah terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas secara presisi, responsif, dan humanis. Kami ingin memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan dan pesisir,” pungkas Restika.
Melalui Gelar Operasional Triwulan II Tahun 2026, Ditpolairud Polda Kaltim berharap seluruh personel semakin siap menghadapi dinamika keamanan di wilayah perairan Kalimantan Timur serta mampu memberikan pelayanan kepolisian secara optimal, profesional, dan humanis.***


