BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) memberikan edukasi mengenai perawatan akses vaskular kepada pasien Hemodialisis (HD) atau cuci darah. Edukasi tersebut berlangsung di Ruang HD RSPB, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien mengenai pentingnya menjaga akses pembuluh darah yang digunakan selama menjalani terapi Hemodialisis, khususnya Cather Double Lumen (CDL) dan Cimino atau Arteriovenous (AV) Shunt.
Menghadirkan Nara sumber kolaborasi antara dokter dan perawat diantaranya dr. Lukman Hatta, Sp.PD, dr. Devona, NS Nurlaili, S.Kep (Supervisor), NS Fathoni Prasetyo, NS Imanuel Bara Padang, S.Kep dan NS Akbar Widyanang Permadi (Perawat HD) selaku pembaca doa.

Dalam kegiatan tersebut, Imanuel menjelaskan bahwa CDL dan Cimino merupakan dua jenis akses vaskular yang digunakan pasien gagal ginjal untuk menjalani proses Hemodialisis.
“CDL adalah selang khusus yang dipasang sementara pada pembuluh darah besar. Sedangkan Cimino merupakan bedah penyambungan pembuluh darah yang bersifat permanen untuk jangka panjang,” jelas Imanuel.
Menurutnya, perawatan CDL harus menjadi perhatian pasien karena akses tersebut berhubungan langsung dengan pembuluh darah dan digunakan sebagai jalur selama proses cuci darah.
Ia mengimbau pasien untuk selalu menjaga area leher atau dada tempat CDL keluar agar tetap bersih dan kering.
“Area CDL harus dijaga tetap bersih dan kering. Saat mandi, jangan sampai selang CDL menjadi basah,” katanya.

Imanuel juga menjelaskan bahwa kasa penutup CDL akan diganti secara steril oleh perawat pada setiap jadwal Hemodialisis. Pasien juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami keluhan pada area CDL.
“Apabila terjadi pembengkakan, nyeri atau demam, segera dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.
Sementara itu, Lely memberikan penyuluhan mengenai perawatan akses Cimino atau AV Shunt. Ia menjelaskan bahwa kebersihan kulit pada lengan yang memiliki akses Cimino harus diperhatikan setiap hari.
“Untuk perawatan Cimino, kebersihan kulit tangan harus dijaga. Cuci setiap hari menggunakan sabun,” ujar Lely.
Pasien juga diminta menghindari penggunaan pakaian ketat pada lengan yang terdapat akses Cimino. Selain itu, lengan tersebut tidak dianjurkan digunakan untuk membawa barang atau beban berat.

“Jangan membawa barang atau beban berat, dan jangan tidur dengan posisi miring di atas tangan yang terdapat Cimino,” jelasnya.
Hal penting lainnya, lanjut Lely, pasien perlu melakukan pemeriksaan sederhana secara rutin dengan meraba getaran atau thrill pada area Cimino. Getaran tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memastikan akses tetap berfungsi.
“Lakukan setiap hari untuk meraba getaran atau thrill pada Cimino,” pesannya.
Lely juga mengingatkan agar lengan yang memiliki akses Cimino tidak digunakan untuk pemeriksaan tekanan darah maupun pengambilan sampel darah.
“Untuk melakukan tensi maupun mengambil darah, jangan menggunakan lengan yang ada Cimino,” tambahnya.
Edukasi tersebut mendapat apresiasi dari para pasien Hemodialisis RSPB. Mereka menilai penjelasan mengenai perawatan CDL dan Cimino penting karena akses vaskular menjadi bagian vital dalam keberlangsungan terapi cuci darah.
Melalui kegiatan edukasi ini, pasien diharapkan semakin memahami cara menjaga akses vaskular, mengenali tanda-tanda gangguan sejak dini, serta lebih disiplin dalam melakukan perawatan sehari-hari.
Bagi para “pejuang Hemodialisis”, edukasi tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai perawatan medis, tetapi juga menjadi motivasi untuk tetap menjaga kesehatan dan menjalani terapi secara teratur. (Edy)


