Cerdasnews.id, Balikpapan – Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris, berpamitan kepada insan media dalam acara Farewell Coffee Morning yang digelar di Cafe Lim Kok Tong Kopi Tiam Balikpapan Baru, Jumat (15/5/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Azhari menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan persahabatan yang telah terjalin selama dirinya bertugas di industri hulu migas, khususnya di Kalimantan Timur.
“Saya ingin menyampaikan yang pertama adalah terima kasih atas persahabatan kita selama ini. Saya merasa sangat terharu sekali, terima kasih dalam kebersamaan kita selama ini,” ujar Azhari di hadapan awak media.
Ia menilai peran media sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi positif terkait industri hulu migas kepada masyarakat. Menurutnya, media selama ini turut membantu pemerintah, SKK Migas, dan pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai sektor migas.
“Teman-teman sudah membantu banyak sekali pemerintah, membantu SKK Migas, membantu pemerintah daerah dalam rangka menyampaikan informasi-informasi yang benar dan baik kepada masyarakat terkait industri hulu migas,” katanya.
Azhari mengatakan Kalimantan Timur merupakan daerah yang sangat beruntung karena memiliki sumber daya migas yang besar dan menjadi salah satu provinsi penghasil migas terbesar di Indonesia.
“Kita sangat beruntung berada di Kalimantan Timur. Kita berada di salah satu provinsi penghasil migas terbesar Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menyebut potensi migas di Kalimantan Timur masih sangat besar dengan berbagai temuan di sejumlah wilayah kerja migas yang masih akan dikembangkan ke depan.
“Kalimantan Timur ini masih memiliki potensi besar. Temuan-temuan di wilayah offshore maupun beberapa blok lainnya masih cukup banyak dan ke depan masih akan terus dikerjakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Azhari mengungkapkan dirinya akan meninggalkan Balikpapan dan kembali ke Jakarta sebelum memasuki masa purnabakti pada 31 Mei 2026.
“Saya minta izin kepada teman-teman, mungkin minggu depan saya akan meninggalkan Balikpapan dan kembali ke Jakarta. Insya Allah sampai 31 Mei 2026 ini saya memasuki masa purnabakti,” katanya.
Azhari menyampaikan dirinya telah berkarier di industri migas selama 25 tahun sejak memulai karier pada 2001 di Balikpapan. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kalimantan Timur karena kota tersebut menjadi tempat awal perjalanan kariernya.
“Saya mulai karier di industri ini tahun 2001 di Balikpapan. Kota ini sangat berarti bagi saya karena di sinilah saya memulai perjalanan karier,” tuturnya.
Sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya Kalimantan, Azhari bahkan mengaku membawa ukiran khas Dayak untuk dijadikan ornamen di rumahnya.
“Saya beli ukiran-ukiran Dayak untuk saya jadikan bagian dari rumah saya nanti. Karena bagi saya, Kalimantan Timur ini provinsi yang sangat indah dan tidak akan saya lupakan,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Azhari berharap hubungan baik dan persahabatan dengan insan media tetap terjalin meski dirinya telah memasuki masa pensiun.
“Persahabatan ini saya pikir tidak akan pernah berakhir. Kita ini bersahabat dan saya merasa sangat ringan bersama teman-teman semua,” pungkasnya. (Ydar)


