BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Jalan pengabdian Halili Adinegara tidak dimulai dari panggung politik. Jauh sebelum duduk di kursi DPRD Kota Balikpapan, ia menghabiskan puluhan tahun hidupnya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Kini, seragam loreng itu telah berganti dengan jas wakil rakyat. Namun, satu hal yang tetap dibawanya: pengalaman, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Halili Adinegara resmi menjadi anggota DPRD Kota Balikpapan periode 2024-2029 setelah dilantik pada 26 Agustus 2024 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
Ia maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan 4 yang mencakup Balikpapan Utara. Dalam Pemilu Legislatif 2024, Halili meraih 4.003 suara sah, sekaligus menjadi peraih suara tertinggi PKB di dapil tersebut.
Bagi Halili, dunia politik merupakan medan pengabdian yang berbeda. Jika selama puluhan tahun ia mengabdi melalui institusi militer, kini pengabdian itu dijalankan melalui jalur representasi politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Halili lahir di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 9 Maret 1973.
Pada usia muda, tepatnya sejak 1992, ia memilih bergabung dengan TNI AD dan menjalani penugasan di Polisi Militer. Perjalanan kariernya dimulai dari pangkat Prada atau prajurit tamtama.
Waktu dan pengalaman kemudian membawanya naik jenjang hingga berpangkat Sersan Kepala (Serka) dan bertugas di lingkungan Kodam VI/Mulawarman.
Selama kurang lebih 31 tahun menjadi abdi negara, Halili melewati fase kehidupan yang membentuk karakter dan cara pandangnya. Dunia militer menuntut ketepatan, kedisiplinan, tanggung jawab serta kepatuhan terhadap aturan.
Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai purnawirawan TNI AD, Halili tidak lantas menjauh dari kehidupan masyarakat. Ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui aktivitas di lingkungan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Dari sinilah kedekatannya dengan persoalan masyarakat semakin terbangun.
Keputusan Halili maju sebagai calon anggota legislatif melalui PKB pada Pemilu 2024 menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.
Berbekal pengalaman berinteraksi dengan masyarakat serta rekam jejak panjang sebagai prajurit, ia berhasil memperoleh kepercayaan warga Balikpapan Utara.
Perolehan 4.003 suara mengantarkannya ke DPRD Kota Balikpapan untuk periode 2024-2029. Data KPU Kota Balikpapan mencatat Halili sebagai peraih suara terbanyak dari seluruh calon PKB di Dapil Balikpapan 4.
Pada September 2024, DPRD Kota Balikpapan menetapkan struktur fraksi. Halili dipercaya menjadi Ketua Fraksi Gabungan PKB, Hanura dan Demokrat.
Dalam perjalanan berikutnya, Halili juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, komisi yang membidangi pembangunan, lingkungan hidup dan perhubungan. Data resmi DPRD Balikpapan mencatat posisi tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu figur yang cukup aktif dalam mengawal berbagai persoalan pembangunan kota.
Latar belakang militer tampak dalam cara Halili menjalankan fungsi pengawasannya.
Ia tidak segan turun langsung ke lapangan ketika menemukan persoalan pembangunan yang dinilai tidak sesuai harapan.
Salah satu contohnya ketika Komisi III melakukan inspeksi terhadap pembangunan gedung baru DPRD Kota Balikpapan pada 2025.
Halili menyoroti kualitas pengerjaan sejumlah bagian gedung yang dinilainya tidak sesuai dengan spesifikasi dan Detail Engineering Design (DED).
“Plafon di ruang Paripurna harus dibongkar karena jelas tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam DED,” tegas Halili saat itu.
Sikap kritis tersebut menunjukkan bahwa bagi Halili, fungsi DPRD tidak berhenti pada rapat dan pembahasan anggaran. Pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Sebagai wakil rakyat dari Balikpapan Utara, persoalan pemerataan pembangunan menjadi perhatian Halili.
Ia beberapa kali menyuarakan agar pembangunan kota tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.
Saat menyoroti proyek trotoar dan drainase di Jalan Ruhui Rahayu pada 2025, misalnya, Halili mengingatkan pemerintah agar pembangunan dilakukan secara merata.
“Kota Balikpapan itu bukan hanya di selatan saja, tetapi seluruh wilayah termasuk di utara juga bagian dari kota ini,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan posisi yang ingin dibangun Halili: pembangunan harus dirasakan masyarakat secara merata, termasuk warga di wilayah utara kota.
Kegiatan reses dan dialog warga menjadi salah satu ruang untuk mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam reses di RT 43 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, pada Agustus 2025, persoalan air bersih dan drainase menjadi bagian dari aspirasi warga yang diterimanya.
Halili bahkan menindaklanjuti persoalan sambungan air bersih warga yang telah lama menunggu.
“Memang ada warga yang sudah mendaftar sambungan PDAM sejak 10 tahun lalu, padahal pipa induk sudah ada di depan rumah. Setelah saya komunikasikan dengan pihak PDAM, alhamdulillah meteran sudah terpasang dan sekarang warga bisa menikmati air PDAM,” ungkapnya.
Bagi seorang legislator, tindakan seperti itu menjadi bentuk sederhana bagaimana aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi solusi.
Saat berdialog dengan masyarakat di RT 51 Kelurahan Gunung Samarinda pada Maret 2026, ia mendorong penguatan pelayanan dasar, khususnya kesehatan masyarakat.
Salah satu yang didorong adalah pembangunan posyandu di lingkungan permukiman.
Menurut Halili, fasilitas tersebut penting untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu dan anak. Ia juga mendorong adanya pemasangan listrik gratis untuk fasilitas umum di lingkungan RT.
Perhatian tersebut memperlihatkan bahwa orientasi pengabdian Halili mulai berkembang dari persoalan pembangunan fisik menuju kebutuhan dasar masyarakat.
Di momentum HUT ke-129 Kota Balikpapan pada Februari 2026, Halili menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sebagai Ketua Fraksi PKB, ia menilai Balikpapan membutuhkan pelayanan yang cepat, transparan dan berkeadilan bagi masyarakat.
Pandangan itu sejalan dengan posisi yang selama ini ia bangun sebagai legislator: memastikan pemerintah tidak hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Perjalanan Halili Adinegara merupakan cerita tentang perubahan medan pengabdian.
Selama puluhan tahun, ia menjalankan tugas melalui institusi militer. Setelah pensiun, ia memilih tetap berada di tengah masyarakat. Kemudian, kepercayaan politik membawanya ke DPRD Kota Balikpapan.
Dari seorang Prada pada awal kariernya, Halili kemudian mencapai pangkat Sersan Kepala di lingkungan Kodam VI/Mulawarman. Kini, ia menjalankan peran baru sebagai legislator, Ketua Fraksi PKB, Hanura dan Demokrat serta Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan.
Dua dunia tersebut memang berbeda. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: pengabdian.
Jika dulu tugasnya menjaga negara melalui seragam militer, kini tanggung jawabnya adalah mengawal kepentingan masyarakat melalui lembaga legislatif.
Dan dari Balikpapan Utara, Halili Adinegara membawa satu pesan penting: kursi dewan bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke meja pengambilan kebijakan. (Edy)


