Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik menggelar Serap Aspirasi (Reses) di Jalan Projakal RT 29, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Jumat malam (15/11/2024).
Reses yang dihadiri sejumlah Ketua RT dan Masyarakat ini menghadirkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menjawab permasalahan yang dikeluhkan masyarakat selama ini, seperti Dinas Perdagangan, PTMB atau PDAM, Dishub, Camat dan Lurah.
“Ya..jadi dengan adanya reses ini kita mengetahui langsung permasalahan-permasalahan apa yang terjadi di masyarakat,” ujar Japar Sidik saat diwawancarai media ini.
Seperti persoalan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) masih ada yang dikeluhkan warga. Ternyata ujar Japar Sidik, di Dinas Perhubungan banyak program yang di miliki dan masyarakat bisa mengusulkan aspirasinya baik itu persoalan PJU, Speed Bumb (Polisi Tidur), Kaca Cembung. Dan masih banyak para Ketua RT yang belum mengetahui semua program itu.
“Sejauh ini masyarakat hanya mengetahui usulan disampaikan hanya ke anggota DPRD saja, ternyata tidak..bisa langsung ke dinas terkait,” katanya.

“Jadi dengan adanya reses ini kami sebagai wakil rakyat bisa menjembatani aspirasi masyarakat, artinya dengan adanya permasalahan di masyarakat, diharapkan OPD terkait bisa membantu menyelesaikan permasalahan dimasyarakat,” sambungnya.
Japar Sidik menambahkan, persoalan air bersih juga menjadi pembahasan yang dikeluhkan masyarakat sampai saat ini, mengingat air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu dirinya meminta agar PTMB bisa lebih memaksimalkan peningkatan pelayanan air bersih.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar Jaringan Gas (Jargas) kerumah-rumah warga kembali di lanjutkan. Tapi perlu diketahui bahwa koordinasinya melalui koordinasi vertikal dalam hal ini pemerintah pusat.
Maka dari, ia akan menelusuri seperti apa program Jargas ini, karena dari Disdag Balikpapan tidak memiliki kebijakan terkait masalah itu. Sehingga perlu ditelusuri instansi mana yang memiliki kewenangan soal Jargas.
“Kita akan coba telusuri, kalau memang program ini bisa dilanjutkan itu lebih baik, sehingga bisa mengurangi konsumsi Gas Elpiji 3 Kg di masyarakat,” pungkasnya.(*)


