Seputarkotaku.com, Samarinda – Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Junaidi, menjelaskan tentang usulan alih fungsi Hotel Atlet menjadi perpustakaan. Menurutnya, keberadaan fasilitas harus tetap berorientasi pada pengembangan olahraga.
Junaidi khawatir bahwa menggabungkan fungsi olahraga dan perpustakaan akan menciptakan masalah, terutama terkait gangguan suara yang dapat mengganggu konsentrasi pembaca.
“Aktivitas olahraga yang bising pasti akan mengganggu mereka yang ingin membaca atau belajar,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Walaupun ada kekhawatiran bahwa Hotel Atlet mungkin tidak akan terpakai secara optimal, Junaidi menegaskan bahwa fokus utama harus tetap pada pengembangan kegiatan olahraga.
“Kekhawatiran itu memang ada, tetapi kita perlu melakukan evaluasi yang cermat untuk menentukan langkah terbaik ke depan,” katanya.
Ia juga menyatakan bahwa Hotel Atlet memainkan peran penting dalam mendukung program Sport Tourism, yang sangat vital bagi kemajuan olahraga di wilayah tersebut.
“Fasilitas ini seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkuat sektor olahraga,” ungkap Junaidi.
Dengan komitmen yang kuat, Junaidi bertekad untuk memastikan bahwa hotel ini berfungsi sesuai tujuan utamanya, yakni memenuhi kebutuhan olahraga masyarakat.
“Kami ingin fasilitas ini benar-benar dapat mendukung aktivitas olahraga, bukan dialihkan untuk fungsi lainnya,” tutupnya.(*/adv)


