Seputarkotaku.com, Balikpapan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan hingga kini masih terus melakukan rekapitulasi data pemilih.
Hal itu bertujuan untuk memastikan keakuratan jumlah pemilih sebelum dilakukan penetapan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Balikpapan 27 November 2024 mendatang.
Dijumpai awak media, Rabu (18/9/2024), Komisioner KPU Kota Balikpapan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Makta SH mengatakan bahwa hingga kini KPU Balikpapan masih melakukan rekapitulasi, sebelum ditetapkan secara resmi menjadi DPT.
“Kalau untuk jumlah pastinya, kami belum bisa memastikan, karena prosesnya masih berlangsung,” ucapnya.
Ia menuturkan, pihaknya saat ini masih terfokus pada hasil substitusi dari Data Pemiloh Sementara Hasil Perbaikan (DPHP) di tingkat Kecamatan.
Masih Makta, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi berkurangnya jumlah pemilih. Dimana pemilih tersebut pindah domisili atau meninggal dunia.
“Ya..selama proses penyesuaian data yang kami lakukan, memang ada beberapa perubahan signifikan yang mempengaruhi jumlah pemilih, salah satunyanada warga luar Balikpapan, kemudian berdomisili di Balikpapan dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Balikpapan,” akunya.
Makta menambahkan, pemilih pemula pada Pilkada Balikpapan tahun ini mendominasi dalam data pemilih dikota Balikpapan. Pasalnya pemilih pemula berusia 17 hingga 35 tahun menjadi pemilih yang sangat dominan di Balikpapan.
“Pemilih pemula ini menjadi kekuatan besar dalam Pilkada tahun ini,” ujarnya.
Makta menyebut, proses rekapitulasi yang dilakukan KPU Balikpapan saat ini merupakan upaya untuk menjaga keakuratan data. Meskipun ada pengurakan, namun data yang diolah akan lebih akurat mencerminkan data terbaru dari pemilih yang ada di Balikpapan.
proses rekapitulasi berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang signifikan. Setiap tanggapan atau masukan yang muncul selama proses rekapitulasi di tingkat kelurahan maupun kecamatan langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan di tempat.
“Hingga kini KPU telah melakukan analisis menyeluruh terhadap data pemilih untuk menghindari adanya data yang tidak valid atau ganda. Tim KPU secara proaktif menganalisis data invalid dan memperbaikinya sebelum penetapan DPT esok hari,” tutupnya.(*adv)


