Seputarkotaku.com, Balikpapan – Kota Balikpapan menghadapi tantangan besar terkait pasokan LPG 3 kilogram (kg). Kuota yang diajukan untuk tahun ini, sebanyak 30 ribu metrik ton (MT), ternyata hanya terealisasi 19 ribu MT. Hal ini mengakibatkan defisit 11 ribu MT, yang kini menjadi sorotan serius DPRD Balikpapan.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menilai situasi ini membutuhkan perhatian ekstra, khususnya dalam hal distribusi dan ketepatan sasaran penerima subsidi.
“Dari 30 ribu MT yang diajukan, realisasi hanya 19 ribu MT. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga melalui operasi pasar tahun 2024 baru mencapai 18 ribu MT,” ungkap Budiono saat diwawancarai, Kamis (16/1/2024).
Menurutnya, penyediaan dan distribusi LPG bersubsidi perlu mengacu pada aturan yang lebih rinci. Peraturan Presiden (Perpres) sudah menetapkan empat kelompok penerima subsidi LPG 3 kg, yakni Rumah Tangga, Nelayan, Petani, dan UMKM.
“Untuk nelayan dan petani, sudah jelas penggunaannya. Namun, untuk rumah tangga, kriteria penerimanya perlu diperjelas lebih spesifik agar subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Budiono juga menggarisbawahi pentingnya penyamaan harga eceran tertinggi (HET) di seluruh wilayah Balikpapan, mengingat banyak keluhan terkait harga yang bervariasi.
“Ke depan, distribusi ini harus kita atur lebih baik. DPRD juga akan mengundang Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perdagangan dalam rapat dengar pendapat (RDP). Langkah ini untuk memastikan siapa saja yang berhak menerima LPG 3 kg dan menstabilkan HET di seluruh Balikpapan,” tambah Budiono.(*)


