Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Puryadi, kembali melaksanakan Serap Aspirasi (Reses) perdananya setelah dilantik pada 26 Agustus 2024 lalu.
Kegiatan reses yang berlangsung di lingkungan RT 26, 27, dan 28, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, tersebut dihadiri oleh sejumlah warga setempat, ketua RT, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Balikpapan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, Lurah, dan Camat Balikpapan Utara, Senin (11/11/2024) malam.
Selama reses berlangsung, berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi oleh warga setempat disampaikan langsung kepada Puryadi. Beberapa isu yang muncul antara lain adalah perbaikan infrastruktur, penyediaan air bersih, penerangan jalan, penanganan bencana, hingga kebutuhan akan fasilitas pendidikan.
Sumardi, Ketua RT 30 Kelurahan Karang Joang, turut hadir dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluhan warganya terkait bencana tanah amblas yang terjadi di lingkungan RT-nya. Menurut Sumardi, tanah yang amblas telah merusak banyak rumah warga, meninggalkan hanya satu rumah yang masih dapat dihuni.

Meskipun sudah ada usulan perbaikan yang disampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Balikpapan, Sumardi mengaku masih belum ada tindakan nyata.
“Saya hanya ingin tahu, siapa yang bertanggung jawab atas penanganan bencana tanah amblas ini, karena dampaknya sangat besar bagi warga kami,” kata Sumardi dengan penuh harap.
Sementara itu, Mukiat, Ketua RT 14 Kelurahan Karang Joang, juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dirasakan oleh warga di lingkungannya. Salah satu aspirasi yang dia sampaikan adalah permintaan untuk pemekaran RT, mengingat jumlah Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya sudah mencapai 600 KK.
Selain itu, Mukiat juga mengungkapkan masalah drainase yang tidak berfungsi dengan baik, yang mengakibatkan banjir di kawasan Jalan Batu Ratna setiap kali hujan deras.
“Di jalan Batu Ratna ini banyak perumahan baru, jadi resapan airnya sudah berkurang. Kami sangat membutuhkan normalisasi sungai agar banjir bisa dicegah,” ujar Mukiat.

Di kesempatan yang sama, seorang warga bernama Sulis mengungkapkan harapannya terkait pembangunan fasilitas olahraga dan pendidikan.
Sulis meminta agar rencana pembangunan Gor Mini yang sudah lama dibahas dapat segera terealisasi, mengingat kebutuhan akan fasilitas olahraga di kawasan Graha Indah sangat besar.
Selain itu, Sulis juga mengusulkan agar segera dibangun Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak di lingkungan tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Puryadi menyambut baik usulan-usulan tersebut. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti semua permasalahan yang diangkat, termasuk soal bencana tanah amblas, banjir, dan pembangunan Gor Mini.
Untuk masalah tanah amblas, Puryadi berencana untuk turun ke lapangan bersama Komisi III DPRD Balikpapan guna memastikan penanganan bencana berjalan sesuai harapan.
“Saya akan segera tindaklanjuti semua usulan yang telah disampaikan. Jika perlu, saya bersama Komisi III DPRD Balikpapan akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Puryadi.
Terkait pembangunan Gor Mini, Puryadi berkomitmen untuk memperjuangkan agar fasilitas tersebut dapat segera dibangun. Ia menargetkan, meskipun mungkin tidak dapat terlaksana dalam waktu dua tahun, paling tidak dalam lima tahun masa jabatannya, Gor Mini yang diinginkan warga dapat terwujud.
“Saya akan berusaha keras agar Gor Mini ini dapat terealisasi. Mudah-mudahan dalam lima tahun masa jabatan saya, kita sudah bisa melihatnya berdiri,” pungkasnya.(*)


