Seputarkotaku.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelatihan fisik bagi atlet.
Melalui pelatihan yang lebih terstruktur dan aplikatif, Dispora Kaltim berkomitmen mencetak pelatih fisik yang mampu mendorong performa atlet lebih maksimal, khususnya untuk menghadapi berbagai kompetisi olahraga di tingkat nasional dan internasional.
Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, Selasa (19/11/2024) menjelaskan bahwa meskipun banyak pelatih fisik di Kaltim yang telah mengikuti pelatihan, penerapan ilmu yang didapat di lapangan seringkali belum optimal.
Kondisi ini mempengaruhi pengembangan kemampuan fisik atlet yang seharusnya bisa lebih maksimal.
Rasman menegaskan pentingnya pelatihan yang berorientasi pada hasil nyata, bukan hanya sekadar jumlah peserta.
“Kami ingin para pelatih fisik di Kaltim memiliki kemampuan yang terukur dan dapat langsung memberikan dampak positif terhadap performa atlet. Pelatihan fisik harus efektif dalam meningkatkan kualitas atlet secara langsung, bukan hanya sekadar teori,” ungkap Rasman.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan, Dispora Kaltim bekerja sama dengan KONI Kaltim menyelenggarakan pelatihan pelatih fisik yang pertama kali diadakan pada 14-17 November 2024 di Balikpapan.
Sebanyak 50 pelatih fisik dari berbagai daerah di Kaltim mengikuti program pelatihan ini, yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan praktis yang langsung relevan dengan kebutuhan atlet.
Rasman berharap pelatihan-pelatihan berikutnya akan semakin fokus pada penerapan ilmu yang konkret di lapangan.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya melibatkan banyak peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas pelatihan yang lebih mendalam, terstruktur, dan aplikatif. Pelatihan harus bisa memenuhi kebutuhan praktis para pelatih fisik agar mereka siap mengaplikasikan apa yang dipelajari di lapangan,” lanjut Rasman.
Selain pengembangan teknik, Rasman juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan terbaru dalam dunia pelatihan fisik.
Ia mengajak pelatih muda dan lulusan fakultas olahraga untuk turut berperan aktif dalam membangun kualitas pelatihan fisik di Kaltim.
“Pelatih fisik tidak harus selalu yang berpengalaman lama, tetapi juga yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan terkini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rasman menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih fisik dan pelatih teknik.
Pelatih fisik tidak hanya berfokus pada kekuatan tubuh, tetapi harus bekerja bersama pelatih teknik dan mental untuk merancang program latihan yang holistik.
“Pelatihan fisik harus saling mendukung dengan aspek teknik dan mental. Ini akan menciptakan atlet yang siap bertanding di level tertinggi,” jelas Rasman.
Melalui pelatihan yang lebih fokus dan terarah, Dispora Kaltim berharap dapat menghasilkan pelatih fisik yang dapat memajukan potensi atlet Kaltim, membawa mereka kembali ke jalur prestasi di ajang-ajang olahraga bergengsi.
Rasman berharap, dengan pendekatan ini, para atlet Kaltim tidak hanya berkembang dalam aspek fisik, tetapi juga menjadi lebih profesional dan siap berkompetisi di level nasional dan internasional.
“Program pelatihan ini adalah langkah awal untuk memastikan Kaltim memiliki pelatih fisik yang dapat mengembangkan atlet yang berprestasi. Kami ingin melihat atlet Kaltim bersaing kembali di level tertinggi dengan performa luar biasa,” tutup Rasman.
Dengan fokus pada peningkatan kualitas pelatihan fisik, Dispora Kaltim bertekad untuk memaksimalkan potensi atlet Kaltim, membawa mereka meraih sukses di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional.(*/adv)


