Catatan: Edy Yudohandana
CerdasNews.id — Tegas bukan berarti keras dan amanah bukan berarti sok bersih, inilah sikap yang dimiliki seorang H. Andi Burhanuddin Solong yang lebih dikenal dengan sebutan ABS.
Sikap ini telah ditunjukkan sejak dirinya menjadi pucuk pimpinan Ketua DPRD Kota Balikpapan Periode 2004-2009 hingga 2009-2014. Dan berlanjut hingga dirinya menjadi Anggota DPRD Kalimantan Timur 2014-2015.
ABS bukanlah Asal Bapak Senang akan tetapi ABS tetaplah Andi Burhanuddin Solong yang dilahirkan 15 Juni 1957 di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Dulu Kalimantan Timur-Red) merupakan pemimpin yang kuat dan teguh memegang prinsip. Ini dilatar belakangi karena melewati kehidupan yang susah dan sengsara dimasa kecil dan mudanya. Untuk mempertahankan hidup saja harus susah payah. Namun demikian semakin ditimpa masalah menjadikan dirinya semakin kuat dan kokoh.

Bahkan Dr. H. Marzuki Alie yang saat itu menjabat Ketua DPR-RI mengagumi sosok ABS yang tegas, amanah dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin. Bukan itu saja, Gubernur Kalimantan Timur saat itu H. Awang Faroek Ishak (Alm) bagus terhadap ABS yang dikenal hafal dan menguasai Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.
Beberapa waktu lalu saya sempat bincang-bincang di kediamannya. Beliau mengatakan seorang pemimpin harus berwibawa, tegas dan disegani. Untuk itu diperlukan keberanian mengambil sikap, bijaksana menghadapi persoalan dan mau mengalahkan kepentingan pribadi dan golongan demi kepentingan yang lebih besar.
“Kesuksesan bagi saya adalah kesungguhan menjalankan amanah, keteguhan menghadapi cobaan serta konsisten menjaga kesungguhan,” ujar ABS dengan semangat.

Ia menuturkan, jika kita menanam amanah maka kita akan menuai kepercayaan. Dan jika kita menanam rasa hormat, maka kita akan menuai kemuliaan. Selanjutnya, jika kita menanam kesungguhan maka kita akan menuai kesuksesan. Untaian kalimat yang penuh filsafat ini sangat dalam maknanya jika dijabarkan.
Masih menurut ABS, ada hal terpenting dalam hidup ini untuk membangun kekuatan. Bahwa keluarga adalah kekuatannya. Dia adalah tempat berlabuh segala suka dan duka. Dia adalah sumber inspirasi untuk berpikir masa depan. Cintailah keluarga, karena dia adalah segalanya.
Memasuki usia ke 68 ABS masih kelihatan segar dan kecerdasannya masih sangat nampak. Daya ingatnya masih akurat. Bahkan saat kami pamitan untuk pulang, ABS mengantarkannya sampai ke ujung pintu rumah. Inilah sosok pemimpin yang tak akan berubah di telan masa.
Dari rekam jejak perjalanan hidup dan karier ABS, kiranya dapat menjadi inspirasi kita semua. Bahwa kriteria seorang pemimpin sepatutnya dapat meniru ABS. Beliau apa adanya dan berbuat ikhlas demi kepentingan rakyat atau kepentingan yang lebih besar.
Hal ini dilontarkan beberapa kelompok masyarakat di beberapa warung kopi. Balikpapan telah kehilangan sosok pemimpin seperti ABS. Tentunya masyarakat menginginkan dan merindukan kehadiran seorang pemimpin seperti ABS. “Kami sangat merindukan sosok pemimpin seperti ABS. Sepertinya belum ada hingga saat ini,” ujar Suwardi (48) kepada media ini, Sabtu (12/4/2025) di salah satu warung kopi kawasan Pasar Baru, Balikpapan Kota.
Begitu pula tanggapan dari para kaum intelektual muda. Saatnya Balikpapan memiliki sosok pemimpin seperti ABS. Dedikasi dan loyalitas yang tinggi untuk kepentingan yang lebih besar telah ditunjukkan oleh ABS. Serta bekerja selalu mengacu pada aturan yang berlaku. Sehingga era ABS jarang sekali para aparatur pemerintahan yang bersentuhan dengan hukum.***


