Mentawir, CerdasNews.id — Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer dari Titik Nol IKN.
Tentu saja nama Mentawir masih terasa asing di telinga masyarakat Indonesia. Tapi Mentawir yang sekarang ini dipimpin seorang Srikandi asal Sumatera Barat, terus menapak menuju daerah yang semakin berkembang maju.

Dengan empat Rukun Tetangga (RT) dan jumlah penduduk 710 jiwa serta luas wilayah 12.000 hektare, Mentawir banyak memiliki objek wisata.
Mentawir juga merupakan Kelurahan tertua di PPU, saat ini dipimpin oleh seorang Lurah yang handal, yakni Nelva Susanti, S.Sos, sejak November 2021 hingga sekarang.
Saat ditemui media ini Rabu (7/5/2025) Lurah Nelva Susanti, S.Sos dengan ramah penuh etika mengatakan, sangat melekat dengan masyarakat Mentawir. Karena hampir 25 tahun bergelut dengan masyarakat yang beragam dari berbagai suku diantaranya Suku Paser, Bugis, Jawa dan lainnya. Jadi serasa Mentawir sebagai tanah kelahiran sendiri.

“Hati saya sudah sangat melekat dengan tanah Mentawir. Hampir 25 tahun bergelut dengan masyarakat dari beraneka ragam suku. Jadi Mentawir terasa bagai kampung halaman sendiri,” tutur Nelva yang diangkat menjadi ASN tahun 2012 ini.
Ditanya apa resep memimpin Mentawir sehingga saat ini berjalan kondusif? Lurah Nelva menjawab dengan senyum. Bekerja ikhlas dan penuh semangat, karena ASN adalah abdi negara yang harus siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pada dasarnya kita adalah Pelayan Masyarakat Bukan Dilayani Masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat bukan hanya disaat jam kerja, tapi on time selama 24 jam.
“Sebagai ASN merupakan kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena pada dasarnya kita ini Pelayan Masyarakat Bukan Dilayani Masyarakat,” ungkap Nelva (Sapaan Akrabnya-Red) yang dilahirkan di Kota Padang, Sumatera Barat pada 23 Maret 1972 ini.
Untuk menciptakan sinergitas dan kolaborasi antara pihak Kelurahan dan Masyarakat, dirinya selalu memberikan motivasi terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan berusaha melibatkan seluruh masyarakat dalam mengembangkan potensi bahan pangan berbahan mangrove. Karena Kelurahan Mentawir memiliki hutan mangrove yang sangat luas.
Beberapa produk yang telah dihasilkan UMKM Pokdarwis lanjut Lurah Nelva, diantaranya adalah Sirup, Kopi, Teh, Dodol, Bedak Dingin dan Tepung Mangrove. Semua produk ini bahan dasar dari mangrove, memanfaatkan potensi SDA yang ada.
Kelurahan Mentawir juga terkenal dengan objek wisatanya. Untuk menuju ke wilayah tersebut dengan jarak tempuh 2 jam melalui jalur darat dan 1 jam melalui jalur air dari Kota Balikpapan.
Menurut Nelva, daya tarik wisata alam menjadi yang utama di Desa Wisata Mentawir. Seperti Kawasan Teluk Balikpapan, Hutan Mangrove, Jeram Sungai Mentawir, Hutan Bambu dan Pemandangan Alam Hutan Tropisnya.
Juga ada Budaya Suku Paser dengan tarian ronggengnya dan keberadaan Demang serta cerita asal usul kata Mentawir, mempunyai daya tarik sendiri.** (Edy)


