BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Ratusan jemaah memadati Masjid Al Ikhlas, kawasan Gunung Polisi, RT 66, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kehadiran ratusan jemaah tersebut untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar oleh pengurus Masjid Al Ikhlas bersama majelis taklim setempat.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini berlangsung khidmat dan penuh suasana religius. Panitia yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu majelis taklim Masjid Al Ikhlas menghadirkan Al Habib Hamid Bin Muhammad Al Habsy sebagai penceramah.

Al Habib Hamid Bin Muhammad Al Habsy yang juga merupakan Dewan Guru Majelis Anwarun Nabawi menyampaikan tausiah mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus hikmah yang dapat diambil umat Islam dari peringatan Maulid Nabi.
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayuk Sri Rahayu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga segala kebaikannya menjadi ladang pahala bagi kita semua,” ujar Yayuk dalam sambutannya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup dan perjuangan Rasulullah SAW.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Al Habib Hamid Bin Muhammad Al Habsy mengajak jemaah untuk memahami kembali sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW serta mengambil hikmah dari kelahiran dan perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran Islam.
Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut, kata dia, selayaknya diwujudkan dengan mengenal sejarah kehidupan Nabi serta meneladani akhlak dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi mengingatkan kita kembali kepada sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW. Dari perjalanan beliau, banyak hikmah dan keteladanan yang dapat kita ambil,” tutur Al Habib Hamid.
Ia juga mengingatkan jemaah agar kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan keluarga, tetangga maupun masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas tersebut turut menjadi ajang mempererat silaturahmi antarjemaah dan warga sekitar.
Antusiasme jemaah yang hadir menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tersebut masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Gunung Polisi dan sekitarnya. (Edy)


