Bandung, CerdasNews.id – Para aktivis 98 sepakat untuk terus menjaga api perjuangan tetap menyala. Karena bagi mereka reformasi 98 bukan hanya sejarah melainkan semangat yang harus terus dihidupkan. Dengan kritikan yang tajam, solidaritas yang kuat dan keberanian untuk melawan ketidakadilan dalam wajah apapun.
Hal tersebut tertuang dalam pertemuan aktivis 98 dengan penuh energi, di Jalan Aceh, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Minggu (13/4/2025).
Pertemuan kembali aktivis 98 ini dihadiri dari berbagai daerah terutama Jawa Barat dan Kota Bandung. Dalam suatu acara halal bihalal. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi, sekaligus ajang menumpahkan keresahan terhadap arah perjalanan bangsa yang dinilai tengah dalam turbelensi serius.
Salah satu aktivis 98 Rona Fortuna yang hadir dalam pertemuan, kepada media ini, Minggu (13/4/2025) melalui telepon selulernya mengatakan. Pertemuan ini menjadi alarm bagi bangsa yang dinilai semakin terjebak dalam budaya kekuasaan yang korosif. Korupsi sudah menjelma menjadi budaya baru yang membahayakan fondasi bangsa Indonesia.

Rona (Sapaan Akrabnya-Red) menambahkan, penegakan hukum yang tegas terhadap kasus-kasus viral diawal terkesan sirna ditengah jalan. Seperti kasus Migas, Kasus Timah, Kasus Judol, Kasus Hutan, Kasus Antam dan lainnya.
Momen 200 hari Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah momentum pemerintah harus lebih mendengar keluhan dan keresahan masyarakat. Keluhan dan keresahan masyarakat dan ketegasan Presiden Prabowo sangat diperlukan dalam mengganti atau resthafel para menteri yang tidak memiliki dan tidak memihak kepada rakyat di kabinet saat ini.(*)
Penulis : Edy


