Jurnalis – Yuyun Darojatun
BALIKPAPAN, CerdasNews.id- Produktivitas beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Balikpapan, Kaltim masih berjalan dan tetap produktif untuk menunjang perekonomian masyarakat. Banyak hasil produksi dari beberapa UMKM telah tembus perdagangan internasional. Selain di beberapa area Balikpapan sendiri telah dipastikan untuk dijual langsung ke masyarakat. Hasil produksi mitra binaan yang diolah dan dikemas sangat menarik sedemikian rupa sehingga bernilai jual tinggi.
“Hasil produksi UMKM berupa souvenir dan makanan kemasan selain dipasarkan di tingkat regional dan nasional juga bisa tembus pasar internasional,” ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (KUMKMP) Kota Balikpapan, Heru Ressandy Kusuma, Kamis (23/1/2025).

Kerajinan UMKM di Balikpapan, jelas Heru, telah banyak menghasilkan produksi yang bisa tembus pasar internasional.
Heru yang pernah menjabat camat di Kecamatan Balikpapan Selatan menambahkan, ada sekitar 400 binaan UMKM di Balikpapan yang sampai saat ini tetap aktif dan berproduksi. Diharapkan ke depan semakin terus berkembang dan maju, sehingga dapat mengharumkan nama Kota Balikpapan di kancah perdagangan internasional.
“Gerai UMKM telah ada di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan beberapa tempat lainnya untuk melayani pembeli yang datang dari luar kota, bisa dijadikan buat oleh oleh,” ungkapnya.
Heru juga mengungkapkan jika pihaknya sering kedatangan tamu dari beberapa instansi untuk menjalin kerjasama, terutama dari Pertamina, guna meningkatkan bagaimana produk UMKM Balikpapan semakin berkibar dan banyak diminati pembeli baik dari dalam maupun luar kota.

Pangsa pasar kerajinan UMKM, sebutnya, baik yang berupa makanan maupun souvenir sangat prospektif dan menjanjikan. Maka pihaknya terus mengadakan kerjasama dan pembinaan antara pengusaha UMKM dengan stakeholder agar pangsa pasar semakin luas.
“Diharapkan ke depan para pelaku UMKM semakin berkembang dan maju, ini diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam hal permodalan, produksi maupun pemasaran,” pungkasnya.*** (Yd)


