Seputarkotaku.com, Balikpapan – Raut kekecewaan tergambar jelas dari wajah masing-masing anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) saat melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di kawasan Balikpapan Barat, Selasa (14/1/2025).
Pasalnya, proyek pembangunan RS Sayang Ibu yang menelan APBD Tahun 2024 sebesar 106 miliar ini, progresnya baru mencapai 12,22 persen. Sementara kontraktor dalam hal ini PT Ardi Tekindo Perkasa sudah menerima Down Payment (DP) pekerjaan sekitar 20 persen atau sekitar 20 miliar.
Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali mengatakan setelah melakukan turun langsung ke lapangan, hasil pekerjaan tidak sesuai seperti yang diharapkan.
“Kontraktor masih diberikan kebijakan di perpanjang waktu pengerjaanya, dikarenakan adanya proses hukum (force mejeure) sebelumnya, seperti persoalan lingkungan sekitar proyek,” ungkap Gasali.
Gasali menbahkan, setelah melihat kondisi pembangunan RS Sayang Ibu saat ini, pihaknya menilai perlu dilakukan evaluasi kembali, mengingat sudah banyak waktu yang terbuang, namun tidak ada progres yang terlihat secara signifikan.
“Info yang kami terima di perpanjang 180 hari untuk menyelesaikan. Dan di perpanjang ini bukan berarti kontraktor menjadi tidak serius dalam bekerja,” ujarnya.
“Ya..kalau melihat kondisi sekarang kami masih optimis, kalau pun tidak capai terget akan di putus kontrak dan blacklist,” pungkasnya. (*)


