Balikpapan, Cerdasnews.id – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Reuni Keluarga Besar H. Abdul Samad Dudung dan Daim Jilid II yang digelar di Pantai Nelayan, Balikpapan, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus mempertemukan anggota keluarga yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Reuni tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 2025. Puluhan anggota keluarga dari Balikpapan, Samarinda, Sanga-Sanga hingga Tenggarong hadir untuk memperkuat tali silaturahmi antar anggota keluarga lintas generasi.

Koordinator kegiatan, Yuni, mengatakan reuni keluarga besar ini memiliki makna penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap erat meski para anggota keluarga kini tinggal di daerah yang berbeda.
“Ini baru reuni kedua yang kami laksanakan setelah sebelumnya di Sanga-Sanga. Insya Allah kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan, sehingga seluruh keluarga semakin akrab dan saling mengenal dalam bingkai kebersamaan,” ujar Yuni.
Salah seorang sesepuh keluarga, Romlah atau yang akrab disapa Nenek Oon, menjelaskan bahwa reuni tersebut mempertemukan keturunan dari dua bersaudara, yakni almarhum H. Abdul Samad Dudung dan almarhum Daim.

“Kami semua yang hadir ini merupakan anak, cucu hingga cicit dari almarhum H. Abdul Samad Dudung dan Daim yang merupakan saudara kandung. Reuni ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk kembali mempererat hubungan keluarga besar,” tutur Romlah.
Hal senada disampaikan Suganda, putra almarhum Daim. Menurutnya, reuni bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi upaya menjaga nama baik serta marwah keluarga agar tetap terjalin hubungan yang harmonis antargenerasi.
“Tujuan reuni ini adalah menjaga marwah keluarga besar Dudung dan Daim. Kami ingin seluruh keluarga saling mengenal, saling peduli, dan terus memperkuat rasa persaudaraan. Akan sangat indah jika hubungan kekeluargaan tetap terjalin harmonis, baik dalam suasana suka maupun duka,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh keakraban begitu terasa. Para peserta saling berbagi cerita mengenai silsilah keluarga, mengenang perjalanan hidup para orang tua terdahulu, serta menikmati hiburan musik yang menghadirkan lagu-lagu dangdut dan nostalgia.
Kebersamaan semakin lengkap dengan makan siang bersama menggunakan aneka hidangan khas Nusantara yang dibawa masing-masing keluarga. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang terus dijaga oleh keturunan besar H. Abdul Samad Dudung dan Daim.
Reuni Jilid II ini diharapkan menjadi agenda rutin keluarga sebagai wadah mempererat silaturahmi serta mewariskan nilai-nilai persaudaraan kepada generasi penerus. (Edy)


