BALIKPAPAN, Cerdasnews.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memperkuat sinergi pengamanan kegiatan usaha hulu migas di wilayah Kalimantan Timur.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi untuk wilayah kerja di Provinsi Kalimantan Timur dan Kilang LNG Badak.
PKS ditandatangani Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta dan Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., dalam kegiatan yang digelar di Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim, Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol. Ibnu Suhaendra, S.I.K., Kepala Divisi Formalitas SKK Migas George Nicolas Marsahala Simanjuntak, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri, serta General Manager/Pimpinan KKKS di wilayah Kalimantan Timur.
Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin sebelumnya antara SKK Migas dan Polda Kaltim. PKS berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2028.
Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol. Ibnu Suhaendra mengapresiasi dukungan Polda Kaltim dalam menjaga keamanan kegiatan operasional hulu migas.

Menurutnya, dukungan pengamanan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kegiatan operasional hulu migas di Kalimantan Timur dapat berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas George Nicolas Marsahala Simanjuntak mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi antara SKK Migas, Polda Kaltim dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Penguatan koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta penanganan potensi gangguan secara profesional menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama tersebut,” ujarnya.
Sebagai implementasi kerja sama, Polda Kaltim akan menurunkan 62 personel untuk pengamanan rutin Objek Vital Nasional (Obvitnas) pada tujuh wilayah operasi migas.
Ketujuh wilayah tersebut meliputi PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina EP Field Sangatta, PT Pertamina EP Field Sangasanga, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Eni Muara Bakau B.V., dan PT Badak NGL.
Selain personel yang ditempatkan untuk pengamanan rutin, Polda Kaltim juga menyiapkan personel cadangan atau kontinjensi yang dapat dimobilisasi sesuai dinamika dan kebutuhan di lapangan.
Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro menegaskan, jajaran kepolisian siap memberikan rasa aman bagi seluruh kegiatan operasional hulu migas di Kalimantan Timur.
“Polda Kaltim hadir untuk memberikan rasa aman bagi seluruh kegiatan operasional hulu migas di Kaltim,” tegas Endar.
Ia mengatakan, dukungan tersebut juga sejalan dengan program strategis Kapolri serta tugas kepolisian sebagaimana diamanatkan dalam perubahan Undang-Undang Polri terbaru, yakni Pasal 14 huruf o Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 terkait pengamanan Obvitnas.
“Jajaran dari Polda sampai dengan Polsek di wilayah Kaltim siap mendukung kegiatan Obvitnas hulu migas untuk mencapai target lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.
Endar juga menjelaskan, dukungan biaya pengamanan disalurkan secara transparan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai PP Nomor 58 Tahun 2020 dan akan berkontribusi bagi kas negara.
Dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan, Endar meminta seluruh persoalan disikapi secara profesional dan mengedepankan komunikasi.
“Berbagai persoalan di lapangan harus disikapi secara profesional, dengan kepala dingin, mengedepankan kearifan lokal, serta diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara petugas pengamanan dengan manajemen KKKS yang dilandasi rasa saling percaya.
Secara terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Kaltim dalam menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan operasional hulu migas.
“Terima kasih atas dukungan dan komitmen yang luar biasa dari Kapolda Kaltim beserta jajaran untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan operasional hulu migas di Kaltim,” kata Haryanto.
Penguatan kerja sama SKK Migas dan Polda Kaltim diharapkan mampu menciptakan lingkungan operasional hulu migas yang aman dan kondusif.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait swasembada energi.
Dengan pengamanan yang semakin kuat, kegiatan usaha hulu migas di Kalimantan Timur diharapkan dapat terus berjalan lancar dengan hasil produksi optimal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, penerimaan negara dan ketahanan energi nasional.
Kalimantan Timur sendiri memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional, termasuk sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan industri energi dan kegiatan usaha hulu migas. (Edy)


