Balikpapan, Cerdasnews.id – SMP Negeri 8 Balikpapan yang berlokasi di kawasan Jln Mulawarman, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, kini menjadi salah satu kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Mugiyatno, S.Pd., M.M. ini dikenal sebagai lembaga pendidikan dengan berbagai predikat prestisius, di antaranya Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Informatika, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Peduli Lingkungan, Sekolah Sehat, Sekolah Inklusi, Sekolah Siaga Kependudukan, dan Sekolah Penggerak.
Secara demografis, SMP Negeri 8 Balikpapan berada di wilayah pemukiman padat penduduk dengan akses transportasi, listrik, PDAM, serta jaringan internet yang memadai. Sekolah ini memiliki 33 rombongan belajar atau rombel dengan total 1.230 siswa, didukung oleh 56 tenaga pendidik dan 13 tenaga kependidikan.

Sebagai piloting Sekolah Informatika sejak 2020, SMP Negeri 8 menjadikan pelajaran informatika dan teknologi sebagai bagian wajib dalam kurikulum, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Untuk mendukung proses belajar tersebut, sekolah memiliki tiga laboratorium komputer, masing-masing berisi 37 unit PC dan akses internet 450 Mbps. Saat ini terdapat dua guru dengan latar belakang pendidikan informatika.
Sejak tahun 2021, sekolah ini juga menerima bantuan Chromebook dari Pemerintah Pusat, yaitu 32 unit merek Advan (2021) dan 191 unit merek Acer (2024). Total hingga 2025, sekolah memiliki 296 unit Chromebook.
Dalam penerapan Google Workspace for Education Fundamentals, SMP Negeri 8 Balikpapan telah aktif menggunakan berbagai fitur seperti Google Classroom, Google Docs, Google Sheets, Google Meet, Google Slides, Google Formulir, Google Drive, Google Calendar, dan Google Chat. Penggunaan platform ini membantu mempercepat proses pembelajaran digital, kolaborasi antar guru dan siswa, serta efisiensi administrasi sekolah.
Mugiyatno menyampaikan bahwa manfaat dari penggunaan Google for Education sangat signifikan, terutama dalam peningkatan literasi digital dan kolaborasi. “Guru dan siswa lebih mudah berinteraksi secara daring, mengelola tugas, serta menyimpan data pembelajaran secara aman dan terintegrasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapan menjadi Sekolah Rujukan Google, SMP Negeri 8 Balikpapan terus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan Google Certified Educator (GCE). Dari 56 guru, sebanyak 45 guru telah memiliki sertifikat GCE Level 1, sementara 4 guru lainnya tengah menempuh GCE Level 2.
Sekolah juga menerapkan penggunaan Chromebook dengan empat strategi utama, di antaranya enam rombongan belajar digital dan optimalisasi Laboratorium Multi-Fungsi.
Dengan berbagai langkah tersebut, SMP Negeri 8 Balikpapan berkomitmen menjadi sekolah unggul berbasis teknologi yang mampu menjadi contoh bagi sekolah lain dalam penerapan pembelajaran digital terintegrasi di era pendidikan modern.*** (Heriyanto)


