BARABAI, Cerdas ews.id — Heboh persoalan puluhan jamaah asal Hulu Sungai Tengah (HST) gagal Umrah ke Tanah Suci mulai teratasi. Pihak agen travel atau biro perjalanannya sendiri sekarang siap memberangkatkan ulang sebanyak 36 orang jamaah dengan mengalihkan ke Biro Perjalanan (Travel) lain.
“Terkait kegagalan jamaah yang batal berangkat tanggal 20 Juli 2026 kemarin, Alhamdulillah sekarang sudah dapat teratasi,” ujar agen travel yang gagal memberangkatkan jamaah itu, Hj Fauziah kepada awak media di kediamannya sendiri di Kota Barabai, Selasa (28/7/2026).
Fauziah menyebut, seluruh jamaah yang disebutnya hanya “tertunda” berangkat saja sekarang sudah siap diberangkatkan atau terbang ke Tanah Suci pada awal Agustus 2026. “Insya Allah, saya berangkatkan 36 jamaah tanggal 2 Agustus 2026 ini dengan biaya saya sendiri,” akunya seperti meyakinkan nasib para jamaah.

KRONOLOGIS PEMBATALANNYA
Kronologisnya begini. Sebanyak 41 jamaah Umrah — termasuk bonus 3 orang dari Biro Travel Hijaz Safar (HS) — seperti diketahui gagal berangkat ke Tanah Suci saat sudah berada di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru (Kalsel) pada 20 Juli 2026. Kegagalan itu lantaran ada pembatalan mendadak dari Biro Travelnya.
Pembatalan mendadak setelah beberapa kali penundaan itu menuai kekecewaan hebat para jamaah. Jamaah bersikeras menuntut pengembalian uang setoran 100 persen, tapi pihak travel HS hanya sanggup atau bersedia mengembalikan 50 persen saja.
Kemanakah raibnya uang setoran jamaah yang totalnya disebut-sebut mencapai Rp1,1 miliar (M) itu? Belum jelas, karena sang pemilik travelnya sendiri, Supriadi, warga Desa Paya Besar, Kecamatan Batu Benawa, HST, diketahui tak pernah hadir saat persoalan ini dimediasi oleh Polres HST.
Mediasi Polres pun sempat buntu. Lantas, jamaah membuat pengaduan pula tentang adanya dugaan unsur pidana. Namun, beberapa hari pasca pengaduan pidana tersebut ke Polres HST, HF yang patut diduga ikut terlibat kisruh pembatalan ini memberikan keterangan pers, Selasa (28/7/2026), yang intinya siap memberangkatkan ulang para jamaah tersebut.

DUA JAMAAH BATAL
Fauziah menjelaskan, sebenarnya ada 38 orang jamaah yang akan diberangkatkan ulang. Tapi, ada 2 orang batal berangkat karena sakit dan alasan pribadi, sehingga 36 jamaah saja yang ditanganinya langsung dan satu orang “tour leader” (pemimpin/pembimbing tur) yang berangkat dengan biaya pribadi.
Pemberangkatan ulang puluhan jamaah Umrah ini, sebutnya, akan dialihkan dan ditangani oleh Biro Travel Embun Nabawi Wisata, Banjarmasin. “Mudah-mudahan semua ini ada hikmahnya, terutama bagi Ulun dan keluarga,” harap Fauziah.
Hj Fauziah juga meminta doa dari seluruh calon jamaah agar senantiasa diberikan kesehatan serta ketabahan selama ia mendampingi proses keberangkatan para jamaah menuju Tanah Suci, Makkah Al Mukarramah dan Madinatul Munawwarah.
Kepastian jadwal berangkat ini sepertinya akan mengakhiri polemik 41 jamaah HST gagal Umrah yang sebelumnya memicu mediasi alot di Mapolres HST. Tapi, sejauh ini belum diketahui pula apakah pengaduan unsur pidananya sudah ditarik (dicabut) oleh saksi pelapor (jamaah) atau tetap akan diteruskan penyidik Polres sampai ke meja hijau.* (JJD)


