Catatan Ringan: Y Darojatun
CERDASNEWS.id — KELULUSAN dan kenaikan sekolah selalu menjadi momen yang mendebarkan bagi anak dan para orang tua. Anak didik ada yang ketar ketir dan riang gembira soalnya menghadapi jenjang berikutnya untuk melanjutkan pendidikannya. Pun orang tua dengan sendirinya berjibaku untuk selalu siap menerima kondisi yang akan terjadi.
Tidak gampang, dalam menempuh dan melaksanakan pembelajaran bagi anak didik di era digitalisasi ini. Karena, persaingan semakin ketat dan kompleks. Sarana dan fasilitas tempat belajar masih terus menjadi perbincangan hangat, karena kurang sepadan dengan jumlah anak didik yang akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Tiap tahun jumlah anak didik terus berkembang, sementara kesediaan ruang kegiatan belajar masih belum memadai. Stagnan. Dan pemerintah dengan sigap mencari solusi, dengan mendirikan dan membangun sekolah baru baik tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK.
Dengan dibangunnya gedung sekolah baru diharapkan dapat mengatasi persoalan pelayanan pendidikan yang mayoritas diharapkan orang tua dengan status negeri. Karena di sekolah negeri dapat meringankan biaya sekolah bahkan gratis.
Pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, telah mempersiapkan teknis dalam penerimaan anak didik baru dengan sistem penerimaan murid baru (SPMB). Sesuai kemampuan dan latar belakang anak didik, mereka disaring (diseleksi) dalam berbagai jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, mutasi serta jalur umum atau reguler.
Beruntung, bagi siswa yang punya prestasi paling tidak tiga besar di sekolahnya, karena dengan nilai tinggi dipastikan lolos masuk sekolah negeri. Sedangkan anak didik dengan nilai rata rata, harus bersaing ketat.
Namun demikian jika banyak anak anak yang punya prestasi terhempas dari sekolah yang jadi favoritnya karena kalah bersaing, mereka dapat melanjutkan pendidikannya ke sekolah swasta.
Dan pemerintah telah menyiapkannya dengan fasilitas gratis dari mulai SPP dan uang pangkal.
Ada 13 sekolah swasta di Kota Balikpapan yang dibantu untuk menampung murid yang tidak lolos ke negeri, dengan biaya gratis. Dengan harapan orang tua murid dapat terbantu.***


