Catatan : Edy, Y’87
BALIKPAPAN — Kekompakan dan kesetiakawanan merupakan ciri khas anak-anak Sekolah Teknik Menengah (STM). Nilai itu tidak hanya tumbuh ketika masih duduk di bangku sekolah, tetapi terus terbawa hingga berada di tengah masyarakat.
Anak STM memang sejak dulu dikenal “bandel”, tetapi bandel yang terarah. Di balik karakter yang keras dan penuh keberanian, tumbuh solidaritas, kepedulian, serta jiwa korsa yang kuat. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan para alumni STM Negeri Balikpapan.
Untuk menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan, para alumni STM Negeri Balikpapan angkatan 1960–1996 terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan temu kangen. Bukan sekadar berkumpul dan bernostalgia, kegiatan tersebut dikemas dalam nuansa kekeluargaan, sosial, dan kebersamaan.
Berbagai kegiatan seperti Jalan Santai Sehat, Gebyar Merah Putih, Reuni Akbar dan kegiatan sosial lainnya menjadi wadah bagi para alumni untuk kembali bertemu, berbagi cerita, sekaligus mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan dan jarak.
Salah satu momentum yang begitu berkesan adalah Reuni Akbar STM Negeri Balikpapan pada 13 Desember 2017. Para alumni yang telah berdomisili di berbagai daerah, bahkan di luar Kalimantan Timur, rela datang ke Balikpapan.

Juga tidak kalang berkesannya, saat dilaksanakan Membentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1500 meter, 31 Desember 2025. Dimana para alumni STM Negeri Balikpapan dengan semangat mengajdirinya. Tentu ini momen yang tak pernah terlupakan.
Mereka datang bukan semata-mata untuk menghadiri sebuah acara. Lebih dari itu, mereka ingin kembali merasakan suasana kebersamaan, bertemu dengan kawan-kawan lama, mengenang masa sekolah, dan menyambung kembali tali persaudaraan yang telah terjalin puluhan tahun.
“Memang tidak mudah mempersatukan para alumni. Masing-masing memiliki karakter, pengalaman, dan pola pikir yang berbeda. Namun, roh almamater STM yang melekat kuat dalam jiwa akhirnya menjadi kekuatan untuk menyatukan kembali semuanya,” demikian semangat yang terus dijaga para alumni.
Mempersatukan alumni dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang beragam tentu bukan pekerjaan mudah. Pada awalnya, berbagai kendala dan perbedaan menjadi bagian dari proses. Namun, dengan semangat kebersamaan dan kesadaran bahwa mereka berasal dari almamater yang sama, berbagai rangkaian kegiatan akhirnya dapat berjalan sukses dan sesuai rencana.
Di situlah kekuatan alumni STM. Perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah. Justru keberagaman pengalaman menjadi warna yang memperkaya persaudaraan.
Dari STM Pertamina hingga STM Negeri Balikpapan
Perjalanan panjang alumni tidak dapat dilepaskan dari sejarah sekolah yang menjadi tempat mereka menimba ilmu.
Berdasarkan penuturan berbagai sumber dan pelaku sejarah yang masih hidup, perjalanan pendidikan teknik di Balikpapan bermula dari STM Swasta Pertamina yang berada di kawasan Gunung Pasir.
Pada masa awal, sekolah tersebut memiliki tiga jurusan, yakni Jurusan Bangunan Air, Jurusan Bangunan Gedung, dan Jurusan Listrik.
Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan dan dunia industri, pada 1965 sekolah tersebut membuka Jurusan Mesin.
Perkembangan berikutnya menjadi tonggak penting. Berdasarkan Surat Menteri Pendidikan, status STM Swasta Pertamina Balikpapan kemudian ditingkatkan menjadi STM Negeri Balikpapan.
Sekolah tersebut tetap berdomisili di kawasan Gunung Pasir, yang kini dikenal sebagai lokasi SMP Negeri 12 Balikpapan.
Namun, seiring perkembangan pendidikan dan pertambahan jumlah peserta didik, lokasi tersebut dinilai tidak lagi memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah kemudian membangun gedung sekolah baru di kawasan Kelurahan Sepinggan, Balikpapan pada 1983.
Pembangunan gedung tersebut akhirnya selesai pada 1985. Gedung itulah yang kemudian menjadi tempat berlangsungnya perjalanan pendidikan teknik hingga sekarang dan digunakan sebagai kampus SMK Negeri 1 Balikpapan.
Transformasi Nama, Tidak Mengubah Jiwa
Perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa STM Negeri Balikpapan dan SMK Negeri 1 Balikpapan bukanlah dua sejarah yang terpisah. Keduanya merupakan bagian dari satu mata rantai perjalanan panjang pendidikan teknik di Kota Balikpapan.
Pada 1997, berdasarkan kebijakan pemerintah, STM Negeri Balikpapan mengalami transformasi menjadi SMK Negeri 1 Balikpapan.
Perubahan nama dan bentuk kelembagaan tersebut merupakan bagian dari perkembangan dunia pendidikan. Namun, bagi para alumninya, ada sesuatu yang tidak berubah: jiwa korsa dan kebanggaan terhadap almamater.
Para alumni STM Negeri Balikpapan generasi 1960–1996 merupakan bagian penting dari sejarah tersebut. Mereka melewati masa pendidikan dengan cerita, tantangan, dan pengalaman masing-masing.
Setiap angkatan memiliki kisah berbeda. Setiap generasi memiliki kenangan yang tidak sama. Tetapi semuanya dipertemukan oleh satu identitas: pernah menjadi bagian dari STM Negeri Balikpapan.
“Beda masa memang beda cerita, beda zaman juga melahirkan pengalaman yang berbeda. Namun, jiwa korsa anak-anak sekolah teknik harus tetap menyatu,” menjadi pesan yang relevan untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Merawat Persaudaraan Lintas Generasi
Kini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar mengingat masa lalu. Lebih dari itu, bagaimana semangat kebersamaan tersebut dapat terus dirawat dan diwariskan.
Temu kangen, reuni, kegiatan sosial maupun berbagai aktivitas lainnya menjadi sarana untuk menjaga hubungan antarlulusan. Di dalamnya ada nilai persaudaraan, gotong royong, kepedulian dan penghormatan terhadap sejarah.
Alumni yang dahulu belajar bersama di bangku sekolah kini telah menempuh berbagai profesi dan perjalanan kehidupan. Ada yang mengabdi di pemerintahan, dunia usaha, industri, pendidikan, masyarakat, maupun bidang lainnya.
Meskipun kehidupan membawa mereka ke jalan masing-masing, ikatan almamater tetap menjadi jembatan untuk kembali bertemu.
Inilah makna penting perjalanan alumni STM Negeri Balikpapan. Bukan hanya tentang nostalgia, melainkan tentang bagaimana sebuah sejarah pendidikan mampu melahirkan persaudaraan yang bertahan lintas zaman.
Dari Gunung Pasir hingga Sepinggan. Dari STM Swasta Pertamina, STM Negeri Balikpapan hingga SMK Negeri 1 Balikpapan. Dari generasi 1960 hingga 1996 dan diteruskan oleh generasi berikutnya, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan teknik di Kota Balikpapan.
Karena itu, semangat untuk menjaga persatuan harus terus dikobarkan. Alumni boleh berbeda angkatan, berbeda profesi, berbeda pengalaman, dan berbeda jalan kehidupan. Tetapi ketika berbicara tentang almamater, semuanya kembali menjadi satu keluarga besar.
Bravo STMN–SMKN 1 Balikpapan!
STMN Hebat, SMKN 1 Tangguh!
Dirgahayu STMN–SMKN 1 Balikpapan ke-66.
Semoga sejarah panjang, kekompakan, kesetiakawanan dan jiwa korsa anak-anak STM senantiasa hidup, tumbuh, dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.
Dari alumni, oleh alumni, untuk almamater dan generasi masa depan. (*)



