BALIKPAPAN, Cerdasnews.id — Di antara kerumunan massa dan riuhnya suara orasi massa aksi, sosok berseragam kepolisian berdiri tegap mengamati setiap perkembangan. Tatapannya fokus, gerakannya tenang, namun tetap sigap memastikan situasi tetap terkendali.
Dia adalah Kompol Yusuf, SH, MH, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, yang hadir langsung di lapangan mengawal aksi demonstrasi Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) khusus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Samudera Sakti (KSS) Balikpapan.
Aksi tersebut digelar di depan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Kamis (10/9/2026), terkait pelaksanaan kegiatan ship to ship (STS) batu bara di perairan Balikpapan.
Bagi Kompol Yusuf, pengamanan aksi bukan sekadar menjaga massa tetap berada di lokasi. Lebih dari itu, aparat harus mampu memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat lainnya.
“Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan Serikat Pekerja Transportasi yang dalam pelaksanaan aksi demo di KSOP Balikpapan berjalan dengan aman dan tertib. Aksi juga tidak mengganggu pengguna jalan saat orasi,” ujar Kompol Yusuf.

Sejak massa mulai menyampaikan aspirasi, sejumlah personel kepolisian berada di sekitar lokasi. Mereka mengatur situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan.
Kompol Yusuf tampak aktif memantau personelnya. Tidak terlihat sikap berlebihan dalam menghadapi massa. Justru ketenangan menjadi bagian penting dari cara pengamanan yang dilakukan.
Beberapa anak buahnya tampak sigap menjaga jalannya aksi. Mereka tetap berada pada posisi masing-masing, tidak terpancing emosi dan berusaha menjaga komunikasi agar situasi tetap kondusif.
“Sehingga aparat kepolisian dapat mengawal aksi dengan lancar,” katanya.
Sikap tersebut menjadi penting karena demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian pendapat di muka umum. Polisi dituntut mampu menjaga keamanan tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Pengamanan tidak berhenti ketika orasi selesai. Kompol Yusuf bersama personelnya tetap berada di lokasi hingga rangkaian aksi benar-benar berakhir.
Setelah beberapa perwakilan pendemo bertemu langsung dengan pihak pimpinan KSOP Balikpapan untuk menyampaikan aspirasi dan membahas tuntutan mereka, situasi berangsur kondusif.
Massa kemudian membubarkan diri secara teratur.
Bagi Kompol Yusuf, berakhirnya aksi dengan aman dan tertib menjadi bagian dari keberhasilan pengamanan.
Ia bersama jajaran terus memastikan tidak terjadi keributan maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.
Sosok Kompol Yusuf hari itu terlihat tegap dan gagah dalam balutan seragamnya. Namun di balik ketegasan tersebut, ia menunjukkan ketenangan dalam menjalankan tugas.
Tidak terpancing situasi, tidak menunjukkan emosi berlebihan, tetapi tetap sigap membaca setiap perkembangan di lapangan.
Bagi seorang aparat, menghadapi demonstrasi memang menjadi bagian dari tugas yang harus siap dijalankan kapan pun.
“Ini merupakan tugas yang harus kami hadapi dan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” demikian semangat pengamanan yang ditunjukkan Kompol Yusuf dalam mengawal jalannya aksi.
Hingga massa meninggalkan lokasi, situasi di depan Kantor KSOP Balikpapan tetap aman dan kondusif.
Hari itu, Kompol Yusuf tidak banyak tampil di tengah sorotan kamera. Namun kehadirannya di lapangan menjadi gambaran bagaimana seorang pemimpin kepolisian menjalankan tugas: tegas dalam menjaga keamanan, tenang menghadapi massa, dan tetap menghormati penyampaian aspirasi masyarakat. (Edy)


