Oleh – Edy Yudohandana-Pimpinan Media CerdasNews.id
SOSOK pengusaha pertambangan H Achmad Asfia dikenal bukan hanya karena kiprahnya di dunia usaha, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap masyarakat. Pembina Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Balikpapan ini dikenal sebagai pribadi yang low profile dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Achmad Asfia, yang akrab disapa Aseng, merupakan owner PT Karunia Armada Indonesia (Karunia Group), perusahaan yang bergerak di sektor jasa pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. Di tengah kesibukannya mengelola perusahaan, ia tetap menyisihkan sebagian keuntungan usaha untuk kegiatan sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan perusahaan. Asfia juga dikenal aktif membantu masyarakat dan berbagai kegiatan keagamaan. Bagi dirinya, keberhasilan dalam dunia usaha tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Karunia Group kini menjadi salah satu perusahaan kontraktor pertambangan yang cukup besar di Kalimantan Timur. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan tersebut bekerja sama dengan perusahaan pertambangan milik pengusaha Datuk Dr. Low Tuck Kwong, owner PT Bayan Resources Tbk.
Dari perkembangan bisnis tersebut, jumlah tenaga kerja yang berada di lingkungan perusahaan Asfia disebut telah mencapai sekitar 3.500 orang. Hal ini sekaligus menunjukkan perjalanan panjang Asfia dalam membangun usaha dari bawah hingga berkembang menjadi perusahaan yang fokus pada jasa pertambangan batu bara.
Sebelum menekuni bisnis pertambangan, Asfia lebih dahulu berkecimpung di bidang konstruksi umum melalui PT Karunia Wahana Nusa. Seiring perkembangan usaha dan peluang bisnis di sektor pertambangan, fokus usahanya kemudian berkembang menjadi spesialis kontraktor pertambangan.
Sosok Pengusaha yang Tetap Sederhana
Meski memiliki perusahaan dengan jumlah tenaga kerja ribuan orang, Asfia dikenal tidak banyak menonjolkan kehidupan pribadinya. Ia lebih sering berada di belakang layar, termasuk ketika membantu kegiatan sosial maupun keagamaan.
Bagi orang-orang yang mengenalnya, sifat tersebut menjadi salah satu karakter kuat Asfia. Ia lebih memilih memberikan manfaat daripada mendapatkan sorotan.
Kedermawanannya juga terlihat dalam berbagai kegiatan keagamaan. Sebagai Pembina PITI Balikpapan, ia memiliki perhatian terhadap kegiatan yang memperkuat hubungan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kedekatannya dengan kegiatan ibadah bahkan menjadi bahan guyonan di kalangan sahabatnya.
“H Asfia ini lebih Islam dari kita orang Islam. Karena salatnya, puasanya luar biasa,” ujar salah seorang sahabat dekatnya, menggambarkan kuatnya komitmen Asfia dalam menjalankan ibadah.
Pujian tersebut menggambarkan sosok Asfia yang tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga pribadi yang berusaha menjaga kehidupan spiritual di tengah kesibukan bisnis.
Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian
Salah satu prinsip yang dipegang Asfia adalah pentingnya berbagi kepada sesama. Baginya, sedekah bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan mengambil keberkahan dari setiap kebaikan.
Dalam sebuah kegiatan berbagi makanan berbuka puasa, Asfia menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita sama-sama ambil berkah Ramadan,” ujar Asfia singkat.
Kalimat sederhana tersebut mencerminkan pandangannya mengenai berbagi. Ia tidak menempatkan diri sebagai orang yang lebih tinggi karena memberikan bantuan, melainkan menganggap kegiatan sosial sebagai kesempatan untuk bersama-sama mendapatkan keberkahan.
Dari Dunia Konstruksi ke Pertambangan
Perjalanan usaha Asfia menjadi bagian menarik dari profilnya. Ia mengawali kiprah bisnis melalui sektor konstruksi umum dengan bendera PT Karunia Wahana Nusa.
Pengalaman di bidang konstruksi kemudian menjadi modal dalam mengembangkan usaha ke sektor pertambangan. Kini, melalui PT Karunia Armada Indonesia atau Karunia Group, Asfia dikenal sebagai salah satu kontraktor yang bergerak dalam jasa pertambangan batu bara di Kalimantan Timur.
Pertumbuhan perusahaan tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan jumlah pegawai yang mencapai sekitar 3.500 orang, keberadaan perusahaan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Di balik perkembangan bisnis tersebut, Asfia tetap mempertahankan karakter pribadinya yang sederhana dan tidak banyak tampil di ruang publik.
Bisnis dan Kepedulian Sosial
Bagi seorang pengusaha, keberhasilan perusahaan tentu tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membangun organisasi, menjaga kepercayaan mitra kerja dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Namun bagi Asfia, keberhasilan bisnis juga memiliki tanggung jawab sosial. Karena itu, sebagian keuntungan perusahaan diarahkan untuk kegiatan CSR/TJSLP maupun bantuan langsung kepada masyarakat.
Sikap tersebut membuat sosoknya dikenal tidak hanya di lingkungan dunia usaha, tetapi juga di kalangan masyarakat dan komunitas keagamaan.
Asfia seolah ingin menunjukkan bahwa dunia usaha dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Perusahaan berkembang, tenaga kerja terserap, sementara masyarakat di sekitar juga mendapatkan manfaat.
Di tengah geliat industri pertambangan Kalimantan Timur, perjalanan H Achmad Asfia menjadi gambaran seorang pengusaha yang membangun bisnis sekaligus berusaha menjaga kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Pengusaha, pekerja, masyarakat dan kegiatan sosial menjadi bagian dari perjalanan Asfia. Ia memilih tetap sederhana, bekerja dalam senyap, dan membiarkan manfaat dari apa yang dilakukannya yang berbicara. (Edy)


